Comedy, Indie and Creativity

Comika

Selebrita

Gen Z

Indie

Video

Sabtu, 07 November 2026

Review Film GJLS: BERAPI-API, Sekuel Komedi yang Makin Absurd Tapi Ceritanya Kaguummm

Review Film GJLS BERAPI-API, Sekuel Komedi yang Makin Absurd Tapi Ceritanya Kaguummm



Loetju.id - Halo sobat Loetju! Buat sobat yang sedang mencari rekomendasi tontonan komedi segar untuk melepas penat, ada kabar seru nih dari dunia perfilman Indonesia. Baru-baru ini, kanal YouTube Cine Crib merilis ulasan menarik mengenai film komedi terbaru karya Monti Tiwa yang dibintangi oleh trio komika ternama.

Berikut adalah rangkuman ulasan lengkap film GJLS: Berapi-Api yang direview langsung oleh Kak Indra dan Kak Nita dari Cine Crib!


Pemeran Utama (Trio Komika GJLS)
- Rigen Rakelna
- Ananta Rispo
- Hifdzi Khoir

Film ini juga diramaikan oleh deretan komika papan atas serta jajaran aktor pendukung lintas generasi:

- Ebel Cobra (berperan sebagai Komandan Toni)
- Yono Bakri (salah satu adegan favorit reviewer saat di dalam mobil)
- Rio Dumatubun
- Nigel Siwa Besi
- Sada Triuda
- Golf Hilman
- Karissa Peraset
- Aura Karisma
- Indira Ayu Maharani (Inaima)

Penampilan Spesial, Cameo, dan Catatan Kejutan
- Nugi: Tampil dalam film ini dan sempat menjadi bahan candaan dalam review karena sering muncul di berbagai film Indonesia belakangan ini.

- Komika/Kreator Lingkaran Komedi: Tampil pula nama-nama yang familiar bagi penikmat dunia komedi seperti jajaran Green Gang / Green Boys.

- Kejutan After-Credit: Di bagian akhir film (after credit), terdapat kejutan dialog interaksi yang menyebut nama Nugi serta lelucon internal yang menghubungkan film ini ke dunia/semesta yang sama (one universe) dengan film komedi populer lainnya (Agak Laen / Komandan Boris).


Sekilas tentang Film GJLS: Berapi-Api
Film komedi kedua dari grup GJLS ini kembali disutradarai dan ditulis oleh Monti Tiwa. Mengusung tema profesi pemadam kebakaran, cerita berpusat pada tiga sahabat, yaitu Rigen, Rispo, dan Hifzi, yang bercita-cita menjadi petugas pemadam kebakaran sejak kecil.

Setelah dewasa, mereka mendaftar dan mengikuti pelatihan. Namun, karena gagal dalam pelatihan utama, mereka akhirnya ditugaskan untuk menyelesaikan berbagai masalah sehari-hari di tengah masyarakat, mulai dari menangkap ular hingga mengurus kompor warga yang hampir terbakar. Di tengah perjalanan, persahabatan mereka diuji saat terseret dalam kasus kriminal sindikat anak-anak.


Poin Menarik dan Kelebihan Film
Berdasarkan review dari Kak Nita dan Kak Indra, film ini mengalami banyak peningkatan yang sangat signifikan dibandingkan film pertamanya:

- Cerita Lebih Rapi dan Terstruktur: Dari segi narasi, film kedua ini dinilai jauh lebih enak diikuti dan memiliki unsur drama yang lebih kuat.

- Visual dan Sinematografi yang Apik: Pengambilan gambar terasa jauh lebih sinematik, terutama pada adegan aksi dan elemen api yang berhasil dieksekusi dengan baik.

- Komedi Natural dan Cerdas: Lawakan yang disajikan terasa pas dan natural. Film ini dinilai cerdas dalam menempatkan kapan harus bercanda dan kapan harus masuk ke adegan serius atau sedih.

- Pemanfaatan Blooper yang Kreatif: Adegan salah dialog atau blooper para pemain tetap dimasukkan ke dalam film dan diolah sedemikian rupa sehingga menjadi lelucon yang menghibur tanpa merusak alur cerita.

- Ramah Penonton Awam: Meskipun kental dengan ciri khas GJLS, penonton umum yang tidak mengikuti perjalanan mereka tetap bisa menikmati dan tertawa lepas sepanjang film.


Catatan Kekurangan dari Reviewer
Di balik berbagai kelebihannya, Kak Nita dan Kak Indra juga menyoroti beberapa hal yang terasa kurang maksimal:

- Motivasi Tokoh dan Faktor Usia: Usia para pemeran utama yang sudah berada di kisaran kepala tiga saat mendaftar sebagai pembuat pemula dirasa kurang realistis jika dibandingkan dengan para mentor pelatihan yang justru terlihat lebih muda.

- Karakter Hasmi yang Kurang Kuat: Perjalanan karakter Hifdzi dalam cerita dinilai kurang memiliki latar belakang dan tujuan yang kuat dibandingkan kedua temannya.

- Efek Visual CGI: Beberapa adegan efek komputer masih terlihat mentah, meski hal tersebut masih bisa dimaklumi karena fokus utama film ini adalah komedi.


Skor dan Kesimpulan Review
Kak Nita memberikan nilai 7 dari 10 dengan kesan bahwa film ini tampil sangat ringan dan menyenangkan untuk ditonton. Sementara itu, Kak Indra memberikan nilai 7.5 dari 10 karena menilai sekuel ini sebagai sebuah peningkatan kualitas yang sangat memuaskan bagi penonton komedi.

Sekilas info kak Indra dari Cine Crib ini dulu pernah memberi skor 10/10 untuk film GJLS berjudul Kuyup. 

Bagi sobat yang ingin menghabiskan waktu luang atau mencari tontonan santai sepulang beraktivitas, film ini sangat direkomendasikan untuk disaksikan langsung di bioskop terdekat.

Sumber ulasan video diadaptasi dari kanal YouTube Cine Crib.

Review Film Gak Ada Matinya, Komedi Lokal Absurd yang Segar dan Mengocok Perut

Review Film Gak Ada Matinya



Loetju.id - Halo Sobat sekalian! Industri perfilman tanah air kembali kehadiran film komedi segar yang siap mengocok perut. Melalui ulasan dari channel YouTube Cine Crib oleh Bang Rasyid Harry, film berjudul "Gak Ada Matinya" garapan produser Ernest Prakasa disebut-sebut sebagai salah satu komedi lokal terngakak tahun ini.

Bagi Sobat yang menyukai film Agak Laen, film ini memiliki "DNA" yang mirip karena sama-sama mengusung komedi situasi absurd yang dibalut dengan konflik keluarga bernuansa dark atau kelam.


Premis Cerita yang Unik dan Penuh Dilema
Film ini berfokus pada karakter bernama Binsar (diperankan oleh Oki Rengga) yang tidak akur dengan bapaknya, yaitu Luhud (diperankan oleh Mathias Muchus) yang memiliki usaha jahit. Hubungan mereka renggang karena masalah masa lalu yang kompleks, di mana sang bapak melakukan poligami dan perselingkuhan yang membuat ibu Binsar jatuh sakit hingga meninggal dunia.

Konflik mulai memuncak ketika Pak Luhud dikabarkan meninggal dunia karena stroke. Di saat Binsar sedang kesulitan ekonomi, ia mendapati kenyataan bahwa sang bapak meninggalkan asuransi jiwa senilai dua miliar rupiah. Namun, masalah menjadi sangat absurd ketika Pak Luhud tiba-tiba hidup kembali.

Demi mencairkan uang asuransi tersebut, Binsar nekat menyembunyikan fakta bahwa ayahnya masih hidup dari banyak orang, termasuk dari saudara tirinya.


Catatan Menarik dari Sisi Cerita dan Komedi
Berdasarkan ulasan Bang Rasyid Harry, ada beberapa poin menarik yang membuat film ini layak ditonton di bioskop:

- Konflik yang Realistis: Film ini tidak serta-merta mendamaikan anak dan bapak dengan cara yang klise. Film ini tidak berniat menjustifikasi tindakan poligami atau perselingkuhan sang bapak. Jika akhirnya para anak berbaikan, itu dilakukan demi kedamaian dan kebahagiaan hidup mereka sendiri dari rasa amarah yang membebani.

- Jokes Berantai yang Cerdas: Naskah komedinya disusun secara cermat. Beberapa lelucon besar memiliki hubungan sebab akibat (chain reaction) yang mengalir rapi dari satu adegan ke adegan berikutnya.

- Kehadiran Fedi Nuril: Salah satu daya tarik paling kreatif adalah kehadiran Fedi Nuril yang berperan sebagai petugas asuransi bernama Fahri. Karakter ini memberikan sentuhan komedi meta yang cerdas dan segar bagi perfilman Indonesia.

- Jajaran Pemain yang Solid: Aksi para pemain seperti Oki Rengga, Gita Bhebhita, Mathias Muchus, hingga jajaran komika dan aktor pendukung lainnya berhasil menghidupkan situasi absurd menjadi tontonan yang sangat menghibur.

Meskipun ada sedikit catatan mengenai transisi emosi karakter yang terasa agak cepat di bagian tertentu, film ini tetap sukses menyajikan hiburan berkualitas tanpa jalan pintas yang malas.

Bagaimana Sobat, apakah film ini sudah masuk dalam daftar tontonan akhir pekan ini? Jangan lupa untuk langsung menyaksikannya di bioskop terdekat ya!

Minggu, 25 Oktober 2026

Daftar Toko Gitar dan Alat Musik Lainnya Terdekat di Sekitar Semarang

Daftar Toko Gitar dan Alat Musik Lainnya Terdekat di Sekitar Semarang



Loetju.id - Buat sobat yang hobi bermain musik, mencari dan memilih alat musik yang paling sesuai dengan keinginan dan kebutuhan adalah hal yang sangat penting. Di era yang serba online ini banyak pilihan yang bisa ditemukan, namun tidak mengurangi keseruan belanja offline.

Lewat postingan kali ini berikut kami hadirkan informasi tentang daftar toko gitar dan alat musik lainnya terdekat di sekitar Semarang.


1. Gallery Music Semarang
Alamat:
Jl. Mgr Sugiyopranoto No.34, Bulustalan
Kec. Semarang Sel., Kota Semarang, Jawa Tengah 50245
No. Telp: 0856-4152-2554


2. Semarang Music Point

Alamat:
Jl. Jolotundo, Sambirejo, Kec. Gayamsari
Kota Semarang, Jawa Tengah 50166
No. Telp: 0822-5000-1524


3. Suryaputra Musik
Alamat:
Jl. Gajahmada No.162, Brumbungan, Kec. Semarang Tengah
Kota Semarang, Jawa Tengah 50135
No. Telp: (024) 3550560


4. Toko Musik Halmahera Music 2 Semarang
Alamat:
Jl. Halmahera II No.18, RT.04/RW.05, Karangtempel
Kec. Semarang Tim., Kota Semarang, Jawa Tengah 50125
No. Telp: 0812-9522-4081


5. Kurnia Musik Semarang
Alamat:
Jl. Pandanaran No.70a, Pekunden, Kec. Semarang Tengah
Kota Semarang, Jawa Tengah 50134
No. Telp: 0813-9209-9394


6. Piano House
Alamat:
Ruko Peterongan Plaza, Jl. MT. Haryono No.719 A-7
Wonodri, Kec. Semarang Sel., Kota Semarang, Jawa Tengah 50242
No. Telp: (024) 8413664


7. Premiere Music Centre
Alamat: 
Jl. Pandanaran No.34, Pekunden, Kec. Semarang Tengah
Kota Semarang, Jawa Tengah 50134
No. Telp: 0851-0077-9117


8. Gramedia Jalma Semarang Pandanaran
Alamat:
Jl. Pandanaran No.122, Pekunden, Kec. Semarang Tengah
Kota Semarang, Jawa Tengah 50249
No. Telp: 0851-1767-0122



Demikian tadi sobat Loetju postingan kita kali ini tentang Daftar Toko Gitar dan Alat Musik Lainnya Terdekat di Sekitar Semarang, semoga bermanfaat sampai jumpa.


Penulis
Nandar

Kamis, 08 Oktober 2026

Eas.y Membicarakan Janji Imajiner Di Kehidupan Selanjutnya Melalui “To Saturn and Beyond”

Band sophisti-pop Eas.y



Loetju.id - Band sophisti-pop Eas.y comeback dengan single terbaru mereka, “To Saturn and Beyond”, yang turut menghadirkan Bima Geraldi dari Girl and Her Bad Mood. Lagu ini bercerita tentang dua orang yang saling jatuh cinta, namun datang ketika masing-masing sudah memiliki kehidupan dan hubungan yang mereka jalani.

Cerita tersebut berangkat dari pengalaman gitaris Eas.y, Erland Oktafaisal. Perasaan itu tumbuh di antara dua orang yang sama-sama sudah memiliki pasangan. Ada kedekatan, ada perasaan yang semakin dalam, tetapi juga ada kesadaran bahwa hubungan tersebut punya konsekuensi bagi orang lain.

Mereka memilih untuk tidak mengambil keputusan yang bisa menyakiti pasangan masing-masing.

Dari situ muncul sebuah harapan sederhana: jika memang tidak bisa terjadi sekarang, mungkin mereka akan bertemu lagi di kehidupan yang lain.

Ide tersebut kemudian menjadi dasar “To Saturn and Beyond”. Judulnya sendiri membawa gagasan tentang perjalanan yang lebih jauh dari tempat dan waktu yang sedang mereka jalani. Sebuah ruang imajiner tempat dua orang itu bisa bertemu kembali tanpa keadaan yang sama seperti sekarang.

Secara musikal, Eas.y masih berada di jalur sophisticated-pop dan synth-pop yang mereka bangun sejak awal. Lapisan synth, permainan keyboard, gitar, drum, dan vokal Karima membentuk suasana yang hangat sekaligus sedikit melankolis. Referensi dari HONNE, Everything But The Girl, dan Scritti Politti masih menjadi bagian dari lanskap musik Eas.y, dengan pendekatan yang tetap mereka olah sendiri.

“Liriknya tercipta sangat cepat, bahkan sudah terngiang di kepala saat sebelum rekaman di studio. Kami match the vibe dengan topik di lagu ini jadi liriknya pun seakan langsung muncul di kepala,” ujar Bastya, kibodris dan vokalis Eas.y.

Formasi Eas.y kali ini masih diisi oleh Karima Sasiseptiana (vokal), Bastya Indrawan (keyboard), Yogie Satya (drum), dan Erland Oktafaisal (gitar). Bastya kembali menangani produksi lagu, sementara proses mixing dan mastering dikerjakan di Haum Studio.
Kolaborasi dengan Bima Geraldi juga menjadi bagian penting dalam rilisan ini. Kehadiran vokalis Girl and Her Bad Mood tersebut mempertemukan dua karakter vokal dalam satu cerita yang memang membutuhkan ruang untuk dua sisi perasaan.

“Nah proses insert call di intro itu sebulan sebelum rilis baru dimasukin, buat semakin memperkuat perasaan lagu ini,” lanjut Bastya.

“To The Saturn and Beyond” akhirnya menjadi catatan tentang sebuah perasaan yang memilih untuk tinggal sebagai kemungkinan. Tentang seseorang yang mungkin datang di waktu yang salah, tetapi meninggalkan sesuatu yang tetap ingin dikenang.

“Semoga orang-orang nggak nyalahin cinta walaupun dia datang di waktu yang kurang tepat, semoga orang-orang nggak takut jatuh cinta karena masih ada kehidupan selanjutnya untuk bisa bareng.” tutup Bastya.

“To Saturn and Beyond” dari Eas.y sudah tersedia di seluruh Digital Streaming Platform. Video liriknya akan dirilis pada Sabtu, 26 September 2026.

Selasa, 06 Oktober 2026

Raditya Dika Tutup Tour Standup Comedy Cerita Anehku Grand Finale di Melbourne

Raditya Dika Tutup Tour Standup Comedy Cerita Anehku



Loetju.id - Superstar komedi asal Indonesia, Raditya Dika, bersiap menaklukkan panggung internasional melalui pertunjukan stand-up comedy hit miliknya, Cerita Anehku. Edisi spesial di Melbourne ini sekaligus menandai penampilan langsung perdana sang komika di kota tersebut.

Sebelum membawanya ke luar negeri, tur Cerita Anehku telah mencatatkan kesuksesan besar di tanah air dengan melahap 42 pertunjukan yang habis terjual (sold out) di 16 kota di Indonesia. Pertunjukan ini dikenal luas sebagai salah satu pengalaman komedi langsung paling diminati, berkat suguhan cerita yang absurd, observasi keseharian yang kocak, berbagai momen awkward, hingga kisah-kisah relatable khas Raditya Dika.

Sebagai penulis, komedian, podcaster, dan storyteller ikonis Indonesia, kehadirannya di Melbourne tentu menjadi momen yang dinanti-nantikan oleh para diaspora maupun penggemar seni komedi di sana.

Pertunjukan spesial bergenre 18+ ini dijadwalkan berlangsung pada:

Hari/Tanggal: Minggu, 1 November 2026

Lokasi: Melbourne Town Hall, Melbourne CBD

Bagi para penonton yang akan hadir, diimbau untuk membawa kartu identitas atau tanda pengenal (ID) resmi mengingat acara ini dikhususkan untuk penonton berusia 18 tahun ke atas.

Ajang hiburan akbar ini dipersembahkan berkat kolaborasi antara Colab Events, Colab Asia, serta PPIA Monash. Melbourne kini bersiap menyambut malam penuh tawa dan mengukir kisah paling "aneh" bersama sang maestro komedi Indonesia.

Link pembelia tiker, klik berikut ini: www.eventbrite.com

Sabtu, 22 Agustus 2026

Mahasiswa KKN-T 82 UNDIP Dampingi Pelaku UMKM Tempe Manfaatkan Limbah Jadi Biogas di Kelurahan Langensari



Loetju.id - Kabupaten Semarang, 14 Juli 2026 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) 82 Universitas Diponegoro (Undip) dari Program Studi Bioteknologi, Muhammad Ariq Ghiffary dan Danish Abiyu Ameruzaki, melaksanakan Program Sosial Masyarakat melalui kegiatan visitasi ke rumah Bapak Taufik, pelaku usaha produksi tempe yang berlokasi di RT 08, RW 06, Kelurahan Langensari, Kecamatan Ungaran Barat.

Program yang masuk dalam bidang Sosial Kemasyarakatan ini dilaksanakan untuk menggali informasi mengenai penerapan teknologi tepat guna dalam pengelolaan limbah usaha rumah tangga. Bapak Taufik dikenal telah menjalankan usaha produksi tempe secara mandiri dengan memanfaatkan lahan produksi yang cukup luas, sekaligus telah menerapkan sistem pengolahan limbah organik menjadi energi alternatif berupa biogas.

Dalam kegiatan ini, mahasiswa melakukan observasi secara langsung terhadap proses produksi tempe serta sistem biodigester pribadi dan digester anaerob milik Bapak Taufik. Digester tersebut berfungsi mengolah bahan organik melalui proses penguraian tanpa oksigen, yang hasilnya berupa biogas kemudian dialirkan melalui instalasi pipa menuju kompor untuk digunakan sebagai sumber energi memasak sehari-hari.

Muhammad Ariq Ghiffary menjelaskan bahwa kunjungan ini memberikan gambaran nyata mengenai penerapan bioteknologi lingkungan pada skala rumah tangga dan UMKM.

“Kami ingin melihat langsung bagaimana limbah produksi tempe, yang biasanya hanya dibuang, justru bisa diolah menjadi sumber energi melalui digesti anaerob. Ini jadi contoh konkret penerapan bioteknologi sederhana yang sangat bermanfaat bagi pelaku UMKM,” ujarnya saat diwawancarai di sela-sela kegiatan.

Penerapan sistem ini menunjukkan pemanfaatan teknologi sederhana yang mampu mengubah limbah organik menjadi sumber energi yang bermanfaat. Selain membantu memenuhi kebutuhan energi rumah tangga, pemanfaatan biogas ini juga berpotensi mengurangi volume limbah serta menekan ketergantungan terhadap bahan bakar konvensional seperti gas LPG.



Bapak Taufik selaku pemilik usaha menyampaikan bahwa keberadaan biodigester tersebut sangat membantu operasional usahanya sehari-hari.

“Alhamdulillah dengan adanya digester ini, limbah dari produksi tempe jadi ada manfaatnya, tidak sekadar dibuang. Biogas yang dihasilkan bisa langsung dipakai untuk memasak, jadi bisa mengurangi pemakaian gas juga,” ungkapnya.

Danish Abiyu Ameruzaki menambahkan bahwa temuan dari kunjungan ini menjadi bahan pembelajaran penting terkait potensi pengembangan teknologi digesti anaerob di lingkungan Kelurahan Langensari.

“Dari kunjungan ini kami jadi punya gambaran bagaimana teknologi anaerob digester bisa diterapkan pada skala UMKM, sekaligus melihat peluang pengembangannya untuk mendukung ketahanan energi dan pengelolaan limbah yang lebih berkelanjutan di sini,” jelasnya.

Melalui kegiatan visitasi ini, mahasiswa memperoleh informasi mengenai penerapan digesti anaerob dan biogas pada skala rumah tangga/UMKM, sekaligus melihat potensi pengembangannya sebagai teknologi tepat guna yang mendukung pengelolaan limbah, ketahanan energi, dan keberlanjutan lingkungan di Kelurahan Langensari. Kegiatan ini turut sejalan dengan agenda Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin ke-7 mengenai Energi Bersih dan Terjangkau (Affordable and Clean Energy) serta poin ke-12 mengenai Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab (Responsible Consumption and Production).

Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi ringan dan foto bersama antara mahasiswa dan Bapak Taufik, serta harapan agar praktik pengolahan limbah menjadi biogas ini dapat menjadi contoh bagi pelaku UMKM lain di Kelurahan Langensari.


Penulis/Reporter: Mahasiswa KKN-T 82 Universitas Diponegoro dari Program Studi Bioteknologi
Fotografer: Mahasiswa KKN-T 82 Universitas Diponegoro
Kontak Media / Humas Kelompok: @langensarimengabdi
Editor: Achmad Munandar

Mahasiswa KKN Undip Verifikasi Data Anak Tidak Sekolah di Desa Celep

 


Loetju.id - SRAGEN, 25 Juli 2026 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro (Undip) di Desa Celep, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Sragen, melaksanakan program sosial kemasyarakatan bertajuk “Penguatan Kesadaran Pendidikan melalui Pendekatan Persuasif kepada Anak Tidak Sekolah (ATS)”. Program ini dilakukan melalui verifikasi data ATS dari Bapperida dengan kondisi pendidikan anak di lapangan, disertai kunjungan langsung kepada anak yang teridentifikasi tidak bersekolah.

Tahap awal kegiatan dilakukan dengan mencocokkan data ATS bersama Ketua RT di setiap wilayah. Mahasiswa mengonfirmasi status pendidikan anak yang tercatat dalam data Bapperida kepada Ketua RT untuk mengetahui kesesuaian antara data administratif dan kondisi sebenarnya di masyarakat.

Apabila hasil konfirmasi menunjukkan bahwa anak masih bersekolah, mahasiswa mencatat hasil tersebut sebagai bagian dari proses verifikasi. Sementara itu, apabila anak diketahui sudah tidak bersekolah, mahasiswa melanjutkan dengan melakukan kunjungan langsung ke rumah anak dan keluarganya.

Kunjungan tersebut dilakukan melalui pendekatan personal dan persuasif. Mahasiswa berupaya memahami kondisi serta faktor yang menyebabkan anak tidak melanjutkan pendidikan. Selain itu, mahasiswa memberikan motivasi mengenai pentingnya pendidikan serta menyampaikan informasi mengenai alternatif layanan pendidikan yang dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing anak.

Proses verifikasi ini menjadi bagian penting dalam memastikan keakuratan data ATS di Desa Celep. Dengan melakukan konfirmasi langsung kepada Ketua RT dan masyarakat, mahasiswa dapat memperoleh gambaran yang lebih sesuai mengenai kondisi pendidikan anak dibandingkan hanya mengandalkan data administratif.

Kegiatan tersebut juga menjadi bentuk kontribusi mahasiswa KKN Undip dalam mendukung keberlanjutan pendidikan di Desa Celep. Desa Celep sendiri telah memiliki fasilitas pendidikan mulai dari PAUD, TK, SD, hingga SMP. Meskipun demikian, keberlanjutan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi masih menjadi salah satu tantangan yang perlu mendapat perhatian.

Melalui rangkaian verifikasi data Bapperida, konfirmasi kepada Ketua RT, serta kunjungan langsung kepada keluarga, mahasiswa KKN Undip berupaya memastikan data Anak Tidak Sekolah sesuai dengan kondisi nyata di lapangan. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk meningkatkan perhatian terhadap keberlanjutan pendidikan sekaligus membuka peluang bagi anak yang tidak bersekolah untuk kembali memperoleh akses pendidikan.



Editor: 
Achmad Munandar

Jumat, 21 Agustus 2026

Empat Disiplin, Satu Tujuan: KKN- T 82 Undip Hadirkan Edukasi Komprehensif di SMPN 4 Ungaran

 


Loetju.id - Langensari (31/07/2026) - Mahasiswa KKN-T 82 Universitas Diponegoro melaksanakan rangkaian Program Sosial Kemasyarakatan di SMPN 4 Ungaran melalui kegiatan edukasi lintas keilmuan. Kegiatan ini melibatkan mahasiswa dari Program Studi Hukum, Psikologi, Teknik Komputer, dan Teknik Geologi dengan materi yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kehidupan sehari-hari siswa.

Kegiatan dari bidang Program Studi Hukum mengangkat tema kenakalan remaja dan pencegahan pernikahan dini. Melalui penyampaian materi dan diskusi, siswa diajak mengenali berbagai bentuk kenakalan remaja serta memahami dampak sosial dan konsekuensi hukum dari perilaku tersebut. Edukasi juga membahas pentingnya mencegah pernikahan dini dengan mendorong siswa untuk memprioritaskan pendidikan, mengembangkan potensi diri, dan merencanakan masa depan secara lebih matang.

Pada bidang Psikologi, mahasiswa memberikan edukasi mengenai bullying dengan pendekatan yang lebih reflektif dan interaktif. Siswa tidak hanya mendapatkan penjelasan mengenai pengertian dan dampak bullying, tetapi juga diajak menuliskan pengalaman mereka melalui sticky note. Siswa dapat merefleksikan apakah mereka pernah mengalami tindakan bullying maupun pernah melakukan tindakan tersebut kepada orang lain. Kegiatan ini menjadi ruang bagi siswa untuk mengenali perilaku bullying, memahami dampaknya, serta membangun kesadaran untuk menciptakan lingkungan pertemanan yang lebih aman dan saling menghargai.

Sementara itu, mahasiswa Teknik Komputer memberikan sosialisasi mengenai pentingnya menjaga keamanan data di era digital. Materi disampaikan melalui contoh yang dekat dengan aktivitas siswa, seperti penggunaan media sosial, akun digital, dan penyebaran informasi pribadi. Siswa diajak memahami risiko penyalahgunaan data serta langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk melindungi informasi pribadi agar lebih aman saat menggunakan internet.

Mahasiswa Teknik Geologi turut memberikan edukasi mengenai berbagai fenomena kebumian. Materi yang disampaikan meliputi siklus hidrologi, mitigasi bencana gempa bumi, dan gunung berapi. Melalui materi siklus hidrologi, siswa diperkenalkan pada proses pergerakan air di alam dan kaitannya dengan lingkungan sekitar. Edukasi mitigasi bencana gempa bumi kemudian mengajak siswa mengenali potensi bahaya dan langkah kesiapsiagaan yang dapat dilakukan ketika terjadi bencana. Sementara materi mengenai gunung berapi memberikan pemahaman mengenai fenomena vulkanisme sekaligus pentingnya mengetahui langkah yang tepat dalam menghadapi potensi aktivitas gunung berapi.

“Terima kasih kepada kakak-kakak mahasiswa KKN Undip, telah berkenan memberikan edukasi kepada adik-adik SMPN 4 Ungaran yang tentunya sangat bermanfaat dan relevan bagi mereka dalam menjalani fase remaja yang memiliki rasa ingin tahu tinggi, sehingga dapat terarahkan dengan baik” Ungkap Pak Joko, selaku kesiswaan SMPN 4 Ungaran.

Melalui pelaksanaan Program Sosial Kemasyarakatan di SMPN 4 Ungaran, mahasiswa KKN-T 82 turut mengambil peran dalam mendukung proses pembelajaran dan pengembangan wawasan siswa di luar materi akademik sekolah. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan dan mendorong siswa untuk menjadi generasi yang lebih sadar, bertanggung jawab, serta siap menghadapi berbagai tantangan di lingkungan sekitarnya.


Editor:
Achmad Munandar

Mahasiswa KKN-T 82 UNDIP Dampingi Kader Posbindu Kartini Deteksi dini PTM di Kelurahan Langensari



Loetju.id - Kabupaten Semarang, 14 Juli 2026 - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) 82 Universitas Diponegoro (Undip) Kelompok 1 dari Fakultas Kedokteran turut mendampingi kader Posbindu dalam penyelenggaraan kegiatan Posbindu Kartini yang bertempat di RW 05, Kelurahan Langensari, Kecamatan Ungaran Barat, pada Selasa, 14 Juli 2026. Kegiatan yang rutin diselenggarakan oleh kader ini didukung dengan kehadiran mahasiswa sebagai bentuk kontribusi terhadap upaya skrining faktor risiko Penyakit Tidak Menular (PTM) di tengah masyarakat, dengan menyasar warga RW 05 sebagai peserta utama.

Program yang masuk dalam bidang Sosial Kemasyarakatan ini dilaksanakan untuk mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat Kelurahan Langensari. Empat mahasiswa dari Fakultas Kedokteran Undip dilibatkan sesuai dengan kompetensi keilmuan masing-masing, mulai dari Program Studi Gizi, Kedokteran, hingga Keperawatan, untuk membantu kader menjalankan rangkaian pemeriksaan kesehatan bagi warga.


Kegiatan Posbindu Kartini ini sejalan dengan agenda Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs poin ke-3, yaitu Kehidupan Sehat dan Sejahtera (Good Health and Well-being), terutama target 3.4 mengenai penurunan angka kematian dini akibat penyakit tidak menular melalui upaya pencegahan, deteksi dini, dan pengobatan. Melalui pemeriksaan antropometri, gula darah, kolesterol, dan asam urat secara rutin, warga RW 05 dapat memantau kondisi kesehatannya sejak dini sehingga risiko PTM seperti diabetes, hipertensi, dan penyakit jantung dapat dicegah lebih awal.

   
Salah satu mahasiswa Fakultas Kedokteran, Qeisya Iqmalia Safitrie, menjelaskan bahwa pendampingan ini dilakukan untuk membantu meringankan tugas kader sekaligus melengkapi jenis pemeriksaan yang tersedia bagi warga RW 05. 

“Kami hadir untuk membantu kader dalam menjalankan kegiatan Posbindu yang memang sudah rutin dilaksanakan di sini. Harapannya, kehadiran kami bisa melengkapi pemeriksaan yang ada, seperti gula darah, kolesterol, dan asam urat, sehingga warga mendapat skrining yang lebih menyeluruh,” ujarnya saat diwawancarai di sela-sela kegiatan.

Pelaksanaan kegiatan diawali dengan pendaftaran peserta oleh kader, kemudian dilanjutkan dengan empat pos pemeriksaan yang dibantu oleh mahasiswa. Ahmad Sultan Rashid Sugiharto (Prodi Gizi) bertugas melakukan pengukuran antropometri meliputi berat badan, tinggi badan, dan lingkar perut. Najia Aulia Qotrun Nada (Prodi Gizi) bertanggung jawab pada pemeriksaan kadar gula darah sewaktu sekaligus memberikan edukasi singkat mengenai interpretasi hasilnya. Sementara itu, Qeisya Iqmalia Safitrie (Prodi Kedokteran) menangani pemeriksaan kadar kolesterol, dan Najla Nur Rifdah Rahadatul ‘Aisy (Prodi Keperawatan) melaksanakan pemeriksaan kadar asam urat. Setiap hasil pemeriksaan dicatat sebagai data skrining status gizi dan faktor risiko PTM warga.


Warga RW 05 tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian pemeriksaan dari awal hingga akhir. Selain menerima hasil pengukuran, peserta juga mendapatkan edukasi singkat sesuai kondisi kesehatan masing-masing guna meningkatkan kesadaran akan pentingnya menerapkan pola hidup sehat dan rutin memeriksakan kesehatan.

Kader Posbindu RW 05, menyampaikan apresiasi atas bantuan para mahasiswa KKN. 
“Kami sangat terbantu dengan kehadiran adik-adik mahasiswa. Kegiatan Posbindu yang biasa kami jalankan jadi lebih lengkap dengan adanya pemeriksaan gula darah, kolesterol, dan asam urat yang biasanya jarang bisa kami lakukan sekaligus,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa juga memperoleh pengalaman langsung dalam memberikan pelayanan skrining kesehatan, berkomunikasi dengan masyarakat, serta bekerja sama dengan kader dalam pelaksanaan program Posbindu. Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama kader dan warga RW 05, serta harapan agar kegiatan Posbindu yang telah rutin dijalankan kader dapat terus berlanjut secara mandiri dan berkelanjutan.


Penulis/Reporter: Mahasiswa KKN-T 82 Universitas Diponegoro dari Fakultas Kedokteran
Fotografer: Mahasiswa KKN-T 82 Universitas Diponegoro dari Fakultas Kedokteran
Kontak Media / Humas Kelompok: @langensarimengabdi
Editor: Achmad Munandar

Mahasiswa KKN UNDIP Edukasi Petani Desa Celep Tentang Pentingnya Penggunaan APD




Loetju.id - SRAGEN, 6 Agustus 2026 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro melaksanakan program “Pendampingan Penerapan APD dan Praktik Kerja Aman bagi Petani” melalui kegiatan penyuluhan kepada kelompok tani Desa Celep, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Sragen, pada Kamis (6/8). Kegiatan ini digagas oleh Hanna Shafa Mairasari, mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Diponegoro, sebagai upaya meningkatkan pengetahuan petani mengenai pentingnya penggunaan alat pelindung diri (APD) saat melakukan aktivitas pertanian.

Program ini dilaksanakan sebagai respons terhadap masih rendahnya penggunaan APD oleh petani, khususnya ketika melakukan penyemprotan pestisida dan pupuk. Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko paparan bahan kimia yang berpotensi menyebabkan keracunan pestisida, iritasi kulit, gangguan pernapasan, serta gangguan kesehatan lainnya.

Melalui penyuluhan, petani diberikan edukasi mengenai pentingnya penggunaan APD sebagai salah satu upaya perlindungan diri dalam melakukan pekerjaan pertanian. Materi disampaikan secara singkat dan komunikatif agar informasi mengenai keselamatan dan kesehatan kerja dapat lebih mudah dipahami serta diterapkan dalam aktivitas sehari-hari. Kegiatan ini menyasar kelompok tani Desa Celep sebagai kelompok yang secara langsung berhadapan dengan risiko penggunaan pestisida dan pupuk dalam kegiatan pertanian.

Hanna Shafa Mairasari menyampaikan bahwa penggunaan APD menjadi bagian penting dalam menjaga keselamatan petani ketika bekerja. 

“Penggunaan APD merupakan salah satu langkah sederhana yang dapat dilakukan petani untuk mengurangi risiko paparan pestisida dan menjaga kesehatan selama bekerja,” ujarnya.

Selain penyuluhan, program ini turut menyediakan poster dan leaflet edukasi mengenai pentingnya penggunaan APD. Media tersebut diharapkan dapat menjadi pengingat bagi petani untuk menerapkan kebiasaan kerja yang lebih aman, terutama saat melakukan aktivitas yang melibatkan pestisida dan pupuk.

Kegiatan penyuluhan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran petani Desa Celep mengenai penggunaan APD serta mendorong penerapan praktik kerja yang lebih aman. Dengan meningkatnya pemahaman mengenai perlindungan diri, petani diharapkan dapat lebih memperhatikan keselamatan dan kesehatan dalam menjalankan aktivitas pertanian sehari-hari.



Editor:
Achmad Munandar

Comika

Politika

Gen Z