Review Film GJLS: BERAPI-API, Sekuel Komedi yang Makin Absurd Tapi Ceritanya Kaguummm
Loetju.id - Halo sobat Loetju! Buat sobat yang sedang mencari rekomendasi tontonan komedi segar untuk melepas penat, ada kabar seru nih dari dunia perfilman Indonesia. Baru-baru ini, kanal YouTube Cine Crib merilis ulasan menarik mengenai film komedi terbaru karya Monti Tiwa yang dibintangi oleh trio komika ternama.
Berikut adalah rangkuman ulasan lengkap film GJLS: Berapi-Api yang direview langsung oleh Kak Indra dan Kak Nita dari Cine Crib!
Pemeran Utama (Trio Komika GJLS)
- Rigen Rakelna
- Ananta Rispo
- Hifdzi Khoir
- Ebel Cobra (berperan sebagai Komandan Toni)
Film ini juga diramaikan oleh deretan komika papan atas serta jajaran aktor pendukung lintas generasi:
- Ebel Cobra (berperan sebagai Komandan Toni)
- Yono Bakri (salah satu adegan favorit reviewer saat di dalam mobil)
- Rio Dumatubun
- Nigel Siwa Besi
- Sada Triuda
- Golf Hilman
- Karissa Peraset
- Aura Karisma
- Indira Ayu Maharani (Inaima)
Penampilan Spesial, Cameo, dan Catatan Kejutan
- Nugi: Tampil dalam film ini dan sempat menjadi bahan candaan dalam review karena sering muncul di berbagai film Indonesia belakangan ini.
- Komika/Kreator Lingkaran Komedi: Tampil pula nama-nama yang familiar bagi penikmat dunia komedi seperti jajaran Green Gang / Green Boys.
- Kejutan After-Credit: Di bagian akhir film (after credit), terdapat kejutan dialog interaksi yang menyebut nama Nugi serta lelucon internal yang menghubungkan film ini ke dunia/semesta yang sama (one universe) dengan film komedi populer lainnya (Agak Laen / Komandan Boris).
Sekilas tentang Film GJLS: Berapi-Api
Film komedi kedua dari grup GJLS ini kembali disutradarai dan ditulis oleh Monti Tiwa. Mengusung tema profesi pemadam kebakaran, cerita berpusat pada tiga sahabat, yaitu Rigen, Rispo, dan Hifzi, yang bercita-cita menjadi petugas pemadam kebakaran sejak kecil.
Setelah dewasa, mereka mendaftar dan mengikuti pelatihan. Namun, karena gagal dalam pelatihan utama, mereka akhirnya ditugaskan untuk menyelesaikan berbagai masalah sehari-hari di tengah masyarakat, mulai dari menangkap ular hingga mengurus kompor warga yang hampir terbakar. Di tengah perjalanan, persahabatan mereka diuji saat terseret dalam kasus kriminal sindikat anak-anak.
Poin Menarik dan Kelebihan Film
Berdasarkan review dari Kak Nita dan Kak Indra, film ini mengalami banyak peningkatan yang sangat signifikan dibandingkan film pertamanya:
- Cerita Lebih Rapi dan Terstruktur: Dari segi narasi, film kedua ini dinilai jauh lebih enak diikuti dan memiliki unsur drama yang lebih kuat.
- Visual dan Sinematografi yang Apik: Pengambilan gambar terasa jauh lebih sinematik, terutama pada adegan aksi dan elemen api yang berhasil dieksekusi dengan baik.
- Komedi Natural dan Cerdas: Lawakan yang disajikan terasa pas dan natural. Film ini dinilai cerdas dalam menempatkan kapan harus bercanda dan kapan harus masuk ke adegan serius atau sedih.
- Pemanfaatan Blooper yang Kreatif: Adegan salah dialog atau blooper para pemain tetap dimasukkan ke dalam film dan diolah sedemikian rupa sehingga menjadi lelucon yang menghibur tanpa merusak alur cerita.
- Pemanfaatan Blooper yang Kreatif: Adegan salah dialog atau blooper para pemain tetap dimasukkan ke dalam film dan diolah sedemikian rupa sehingga menjadi lelucon yang menghibur tanpa merusak alur cerita.
- Ramah Penonton Awam: Meskipun kental dengan ciri khas GJLS, penonton umum yang tidak mengikuti perjalanan mereka tetap bisa menikmati dan tertawa lepas sepanjang film.
Catatan Kekurangan dari Reviewer
Di balik berbagai kelebihannya, Kak Nita dan Kak Indra juga menyoroti beberapa hal yang terasa kurang maksimal:
- Motivasi Tokoh dan Faktor Usia: Usia para pemeran utama yang sudah berada di kisaran kepala tiga saat mendaftar sebagai pembuat pemula dirasa kurang realistis jika dibandingkan dengan para mentor pelatihan yang justru terlihat lebih muda.
- Karakter Hasmi yang Kurang Kuat: Perjalanan karakter Hifdzi dalam cerita dinilai kurang memiliki latar belakang dan tujuan yang kuat dibandingkan kedua temannya.
- Efek Visual CGI: Beberapa adegan efek komputer masih terlihat mentah, meski hal tersebut masih bisa dimaklumi karena fokus utama film ini adalah komedi.
Skor dan Kesimpulan Review
Kak Nita memberikan nilai 7 dari 10 dengan kesan bahwa film ini tampil sangat ringan dan menyenangkan untuk ditonton. Sementara itu, Kak Indra memberikan nilai 7.5 dari 10 karena menilai sekuel ini sebagai sebuah peningkatan kualitas yang sangat memuaskan bagi penonton komedi.
Sekilas info kak Indra dari Cine Crib ini dulu pernah memberi skor 10/10 untuk film GJLS berjudul Kuyup.
Bagi sobat yang ingin menghabiskan waktu luang atau mencari tontonan santai sepulang beraktivitas, film ini sangat direkomendasikan untuk disaksikan langsung di bioskop terdekat.
Sumber ulasan video diadaptasi dari kanal YouTube Cine Crib.



%20Eas.y%20Black%20White.jpg)











