Comedy, Indie and Creativity

Comika

Selebrita

Gen Z

Indie

Video

Minggu, 07 Juni 2026

Selamat! Mukmin Resmi Jadi Juara SUCI 12 Kompas TV, Kalahkan Ejja dan Ratanca di Grand Final

 
Mukmin Juara SUCI 12 Kompas TV


Loetju.id - Panggung komika paling bergengsi di Indonesia akhirnya melahirkan sejarah baru! Kompetisi Stand Up Comedy Indonesia (SUCI) 12 Kompas TV resmi menutup tirai kompetisinya pada Sabtu malam, 6 Juni 2026. Setelah berbulan-bulan saling lempar punchline terbaik, babak Grand Final akhirnya menobatkan Mukmin sebagai pemenang utama SUCI 12.

Persaingan di babak puncak ini terbilang sangat sengit karena mempertemukan para komika tangguh dengan gaya komedi yang unik dan segar.


Mukmin Sabet Gelar Juara 1 SUCI 12
Tampil habis-habisan di malam Grand Final, Mukmin sukses mencuri hati para juri dan penonton lewat materi komedinya yang solid dan eksekusi yang matang. Konsistensi Mukmin sepanjang musim ini akhirnya terbayar tuntas dengan trofi kemenangan tertinggi di panggung SUCI 12.

Sementara itu, posisi runner-up alias Juara 2 diraih oleh Ejja Saputra, yang juga memberikan perlawanan sengit dengan performa yang tidak kalah memukau. Di posisi ketiga, ada Ratanca yang telah lebih dulu mengamankan tempat sebagai Juara 3.

Mukmin Juara SUCI 12 Kompas TV


Daftar Lengkap Pemenang SUCI 12 Kompas TV (2026)
Bagi kamu yang kelewatan keseruan malam puncak kemarin, berikut adalah daftar lengkap tiga besar juara Stand Up Comedy Indonesia musim ke-12:

Juara 1: Mukmin

Juara 2: Ejja Saputra

Juara 3: Ratanca

Kemenangan Mukmin ini sekaligus menambah daftar panjang komika berbakat tanah air yang lahir dari rahim kompetisi SUCI Kompas TV. Selamat untuk para pemenang, semoga industri stand up comedy Indonesia makin meriah dengan kehadiran materi-materi segar dari alumni SUCI 12!

Dengan berakhirnya SUCI 12, Mukmin, Ejja, dan Ratanca dipastikan akan langsung meramaikan industri hiburan Indonesia. Tidak hanya di panggung stand up comedy off-air, alumni SUCI biasanya akan langsung kebanjiran tawaran untuk masuk ke dunia akting, podcast, hingga menjadi konten kreator.

Selamat untuk para pemenang! Semoga industri stand up comedy Indonesia makin meriah dengan kehadiran materi-materi segar dari alumni SUCI 12. Keren banget, Mukmin!


Sherina, Indira dan Nadira Bicara Kesejahteraan Hewan di Pawerful Voices

Sherina, Indira dan  Nadira Bicara Kesejahteraan Hewan di Pawerful Voices



Loetju.id - Makna Talks, platform kreatif asal Jakarta yang dikenal lewat pendekatannya dalammenghadirkan "sisi lain dari setiap cerita," kini hadir dengan program terbarunya: Pawerful Voices. 

Satu pertanyaan yang menjadi titik awal, “kenapa isu kesejahteraanhewan masih jarang dibicarakan secara serius?” Di tengah banjirnya konten hiburandanedukasi, obrolan soal hewan hampir selalu berhenti di permukaan. 

Pawerful Voices hadir untuk lebih dari itu, memadukan sains, budaya populer, dan cerita nyata untuk mengajakpendengar bukan cuma merasa, tapi juga bertindak. 

Tayang setiap dua minggu sekali di hari Minggu pukul 13.00 di channel YouTubePawerful Voices dan Makna Talks. 


Lahir dari Kekosongan Dalam Perbincangan 
Meski banyak orang memiliki ikatan emosional yang kuat dengan hewan, konten edukatif yang mudah diakses seputar kesejahteraan hewan masih sangat jarang. Pawerful Voiceshadir untuk mengubah itu. 

Program ini dibangun di atas tiga pilar utama: 

 - Mengubah empati terhadap hewan menjadi tindakan nyata. 

- Menjembatani dunia sains, kepedulian, dan budaya. 

- Menjadikan kesejahteraan hewan mainstream melalui storytelling, referensi budaya populer, dan wawasan praktis.

Ketiadaan konten seperti ini di media saat ini bukan hanya menjadi motivasi di baliklahirnya program ini, melainkan juga daya tarik utamanya. 


Tiga Suara. Satu Misi. 

Pawerful Voices dipandu oleh tiga host yang masing-masing membawa perspektif unikdan saling melengkapi: 

- Sherina 
Penyanyi, penulis lagu, dan aktris. Sherina membawa kehangatan, cultural reach dan storytelling ala seorang seniman. Di luar panggung, ia berbagi rumah dengan kucing dan kelinci hasil rescue yang merupakan sebuah komitmenpersonal terhadap hewan, kini ia menemukan suara yang lebih luas terhadap cintanya terhadap hewan lewat podcast ini.

- Indira  
Seorang creative director. Indira membentuk identitas konseptual dari program ini, memastikan setiap episode terasa sama tajamnya secara kreatif maupun informatif. Ia telah lama membangun komunitas di seputar kesejahteraanhewan di Indonesia. Saat bencana nasional melanda Sumatera-Aceh, ia menggerakkan sebuah kampanye yang berhasil mengumpulkan lebih dari Rp500juta untuk hewan-hewan terlantar yang terdampak banjir dan longsor, suatuaksi advokasi hewan yang benar-benar nyata. 

- Nadira (Doknut) 
Doknut menjadi fondasi ilmiah dari program ini, sebagai seorangdokter hewan, ia menghadirkan keahlian klinis yang membuat teori kompleksseputar kesehatan dan kesejahteraan hewan terasa mudah dipahami. Doknut memastikan bahwa setiap percakapan tentang kesejahteraan hewan tidak hanyaberbasis emosi tapi juga memberikan informasi yang akurat dan bisa dipegangolehpendengar. 


Kebersamaan mereka tidak lahir di studio, tapi di lapangan. Suatu misi penyelamatankucing yang tak terlupakan menjadi momen yang mempererat ikatan merekadanmempertajam tujuan mereka bersama. 






Kamis, 21 Mei 2026

Review dan Link Lagu Album Jalan Kaki dari Hifdzi Khoir 11 Track

 


Loetju.id - Komika Hifdzi Khoir yang dikenal sebagai anggota grup GJLS, vokalis grup musik Orkes Pensil Alis dan solois baru saja merilis album pada tanggal 2 Mei 2026 berjudul Jalan Kaki.

Album Jalan Kaki terdiri dari 11 track dengan kombinasi singgle lama dan baru, berikut daftar lagu lengkap dan reviewnya dari saya:


1. Ambigu 
Dinyanyikan sendiri oleh Hifdzi Khoir dan lagu Ambigu merupakan single lamanya berdurasi 3 menit 30 detik.


2. Terlambat
Kolaborasi dengan Kicuy Aduy yang merupakan sahabat dekatnya dan terbiasa dengan musik dadakan, lagu ini berdurasi 3 menit 25 detik.


3. Main Air YK
Kolaborasi bersama Olski berdurasi 3 menit 37 detik, lagu Main Air YK enak didengar.


4. Petrikor
Merupakan single lama juga yang bercerita tentang aroma setelah hujan jatuh, dinyanyikan oleh Hifdzi sendiri dengan durasi 3 menit 59 detik.



5. Istri
Lagu yang dipersembahkan untuk istrinya tercinta Echa mall, sangat curhat kehidupan rumah tanggamu sekali isinya Hip! berdurasi 3 menit 41 detik.



6. Gemintang
Materi lama yang easy listening, berdurasi 3 menit 42 detik. Bagus Hip!



7. Untukku Untukmu Juga
Duet bareng sang putri mungil Nadin Pribadi, lagu Untukku Untukmu Juga berdurasi paling pendek daripada lagu-lagu lainnya yaitu 2 menit 55 detik, tapi lagu ini berisi nasehat yang panjang untuk anaknya yang tersayang agar jadi anak yang suka berbagi dan baik hatinya.



8. Banyak Mau
Dalam lagu yang satu ini Hifdzi duet maut dengan Yono Bakrie yang juga dikenal sebagai musisi di kalangan para komika Indonesia, durasinya 3 menit 35 detik.



9. Sahabat Lama
Lagu yang bikin haru karena merupakan hasil kolab bersama alm. Gusti Irwan Wibowo dalam beberapa kesempatan Hifdzi menangis saat menyanyikan lagu ini, durasinya 4 menit 21 detik.



10. Kembali ke Jogja
Di lagu ini Hifdzi keroyokan bersama Orkes Pensil Alis dengan vokalisnya Mukti Entut dan ada rapnya dari Lil Mamat, durasi 4 menit 21 detik. Berkisah tentang kenangannya di Kota Jogja semasa kuliah dan merintis karirnya sebagai komika. Lagu ini postensial jadi lagu koplo yang viral, semoga segera dicover Ndarboy Genk dan Denny Caknan Hips!.



11. Takal
Album Jalan Kaki ditutup dengan lagu berjudul Takal berdurasi 3 menit 44 detik. Nuansanya kalem lebih ke refleksi diri dengan nuansa religi, cocok untuk kontemplasi Gen, Po.


Album Jalan Kaki Hifdzi Khoir ada 11 lagu


Saya sudah mendengarkan semua lagunya dan keseluruhan easy listening, paling suka materi lama Ambigu dan Petrikor untuk materi baru saya suka lagu Sahabat Lama, Istri, Kembali Ke Jogja dan Untukku Untukmu Juga.


Sukses Hip! untuk Album Jalan kakinya, walau sempat terjadi "kegaduhan" dengan band legendaris asal Jogja Festivalist dan mas Farid Stevy gara-gara becandaan Mukti Entut dan Yusril Fahriza di podcast Pemuda Edgy tentang perilisan album Hifdzi Khoir dan Festivalist  yang berjudul Paradoks Diametral berselang satu hari.


Hal ini semakin menjadi-jadi saat diamplifikasi oleh GJLSer di sosial media terutama Twitter, tidak cukup sampai disitu bahkan Festivalist sampai membuat surat "Ultimtimatum" untuk Hifdzi Khoir.


Tapi tenang ya guys, ini semua hanya becandaan jangan dibawa serius, selamat mendengarkan.


Oh ya ini Url Link Lagu Album Jalan Kaki Hifdzi Khoir secara legal di Spotify, klik di sini.



Penulis
Nandar


===
Baca juga:

Minggu, 17 Mei 2026

“Berbalik Arah” Single Baru Jescara tentang Insecurity, Overthinking, dan Keberanian untuk Tetap Melangkah

 


Loetju.idTangerang Selatan, Mei 2026 - Musisi asal Pamulang, Tangerang Selatan, Jescara, akan merilis single terbarunya berjudul “Berbalik Arah” pada 15 Mei 2026 di seluruh platform musik digital. Lagu ini hadir sebagai karya akustik pop yang reflektif dengan balutan gitar hangat, piano yang emosional, dan lirik yang dekat dengan keresahan banyak orang di era sekarang.

“Berbalik Arah” bercerita tentang seseorang yang takut melangkah ke tahap berikutnya dalam hidupnya karena terlalu sering membandingkan diri dengan orang lain. Di tengah era media sosial, perasaan selalu tertinggal, tidak cukup baik, hingga rendah diri menjadi hal yang semakin sering dirasakan banyak orang. Padahal, dirinya sendiri pun sedang berjuang dan menjalani proses terbaik yang ia bisa. Namun terkadang, proses yang panjang dapat membuat seseorang merasa lelah, hingga pikiran untuk menyerah terasa seperti jalan pintas yang paling mudah diambil.

Melawan suara keraguan dalam diri menjadi tantangan bagi setiap orang. Terkadang, justru mimpi terbesar yang ingin kita capai adalah hal yang paling sering memunculkan rasa takut dan ragu, bukan? Tapi bagaimana kita bisa menjalaninya? Melewatinya? Bukankah proses itu sendiri adalah bagian dari pelajaran hidup, untuk mengenal diri kita lebih baik?

Melalui lagu ini, Jescara ingin menyampaikan bahwa rasa insecure adalah hal yang manusiawi, namun tidak seharusnya membuat seseorang berhenti melangkah. Lagu ini mengajak pendengar untuk berhenti melihat orang lain sebagai ancaman, melainkan sebagai kesempatan untuk belajar dan berkembang.

“Kadang kita sudah kalah sebelum mencoba. Padahal gagal yang sebenarnya adalah ketika kita memilih mundur dan tidak pernah mencoba sama sekali,” ujar Jescara mengenai pesan utama dalam lagu ini.

Secara musikal, “Berbalik Arah” terinspirasi dari nuansa akustik pop hangat ala The Overtunes dan Tulus. Aransemen lagu dibangun melalui kombinasi gitar akustik, piano, serta dinamika drum yang perlahan berkembang menjadi penuh harapan.

Beberapa potongan lirik yang menjadi inti dari lagu ini di antaranya:
“Jangan kau berbalik arah, berputar di dalam rasa
Seakan kau tak bisa, seakan kau tak pantas
Kita hanyalah manusia, tak ada yang sempurna
Kurang dan lebih kita, jadi peran berharga
Tuk mencapai asa” 

Dalam proses produksinya, Jescara berkolaborasi dengan Yuna Yunaldi sebagai produser sekaligus mixing engineer, serta Resha Aditya sebagai mastering engineer. Lagu ini juga menjadi karya yang sangat personal karena Jescara turut terlibat langsung dalam penulisan lagu, aransemen, hingga pengisian gitar dan backing vocal.

“Berbalik Arah” akan tersedia di seluruh layanan musik digital mulai 15 Mei 2026.


Tentang Jescara
Jessica Tiarany, yang dikenal dengan nama panggung Jescara, adalah musisi asal Pamulang, Tangerang Selatan, kelahiran 29 Oktober 1998. Nama “Jescara” berasal dari gabungan nama aslinya dengan kata ditengahnya “scar” yang berarti luka — Jescara berharap semoga setiap lagunya dapat menjadi ruang untuk membicarakan luka yang sama dan menemukan harapan menjadi manusia yang lebih baik dari apa yang sudah dialami.

Selain menulis dan menyanyi, Jescara juga pendiri Solsica Music Studio, tempat ia bergerak di dunia musi melalui pendidikan dan kedepan ingin banyak terlibat dalam produksi karya musisi lokal. Terinspirasi oleh musisi bergenre folk, neo soul, jazz, dan pop, Jescara berharap karya-karyanya menjadi ruang refleksi diri bagi pendengarnya.


Unit Melodic Hardocer Samarinda, The OUTLIER Lepas EP “This Love Hurts”, Potret Hubungan yang Tak Selalu Mulus

 


Loetju.id - Samarinda, 14 Mei 2026. Outlier, unit melodic hardcore asal Samarinda, resmi merilis EP THIS LOVE HURTS. Rilisan ini hadir sebagai refleksi emosional yang personal mengenai relasi antarmanusia, komitmen, kehilangan, serta proses pemulihan diri dalam upaya menemukan kedamaian setelah melewati fase kehidupan yang berat. Band melodic hardcore asal Samarinda, Kalimantan Timur ini terbentuk pada akhir tahun 2023 dengan formasi Bayu Handik Suprayogo pada vokal, Muhammad Ramadhani dan Muhammad Iswahyudi pada gitar, Ricky Aprianto pada bass, serta Dian Ananto Rayenda di posisi drum.


EP THIS LOVE HURTS tidak dibangun sebagai cerita yang rapi dan selesai. EP ini bergerak dari suasana pembuka dalam “The Prologue”, masuk ke empat lagu utama yang membawa tekanan berbeda, lalu ditutup oleh “The Epilogue”. Hasilnya adalah perjalanan singkat yang gelap, melankolis, tetapi tetap sederhana dalam penyampaian.


“EP ini inspirasinya kebanyakan dari kisah pribadi namun tidak sedikit juga menyangkut komentar sosial,” ungkap Dian Ananto Rayenda

Di dalamnya, “To The River” menggambarkan titik ketika seseorang telah memberi terlalu banyak namun tetap kehilangan arah. “Peace of Mind” menjadi ruang untuk melepas beban dan kenangan yang merusak. “Forever Unrest” membawa energi perlawanan dari seseorang yang memilih bangkit setelah lama menahan rasa sakit. Sementara itu, “All Alone” menangkap perasaan berjalan sendiri, mencari jalan pulang, lalu menyadari bahwa rumah yang dituju tidak lagi sama.
Secara musikal, Outlier menjaga karakter melodic hardcore yang padat dan emosional. Gitar menjadi lapisan tekanan utama, bass dan drum menjaga dorongan lagu tetap tegas, sementara vokal Bayu membawa narasi dengan pendekatan yang kasar, jujur, dan tidak dibuat berlebihan. Kehadiran Devia Winanda di “All Alone” memberi kontras yang lebih rapuh pada bagian paling personal dari EP ini. 

EP This Love Hurts direkam, dimix dan dimastering oleh Invader Records. Produksi ini berawal kurang dari satu tahun sejak proses pengerjaan single kedua mereka, “All Alone”, yang dimulai pada medio Mei 2025 hingga April 2026, OUTLIER terus bergerak secara konsisten dalam mengembangkan arah musikal sekaligus memperkuat identitas emosional yang mereka bangun. Rentang waktu tersebut menjadi fase penting bagi band asal Samarinda ini dalam merangkai berbagai keresahan personal, dinamika hubungan antarmanusia, hingga pengalaman emosional yang kemudian diterjemahkan menjadi materi-materi baru. Dari proses yang berjalan hampir selama setahun itu pula, OUTLIER perlahan mematangkan fondasi untuk melahirkan EP “This Love Hurts” sebagai rilisan yang merepresentasikan perjalanan emosional mereka secara lebih utuh dan intens.  

“Produksi ini dimulai sejak kurang dari satu tahun sejak pembuatan single kedua (All Alone), medio Mei 2025 sampai April 2026,” ujar Dian Ananto Rayenda 

Setelah merilis EP “This Love Hurts”, OUTLIER membuka kemungkinan untuk menjalani rangkaian tur di sejumlah kota di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara. Agenda tersebut direncanakan sebagai upaya mereka untuk membawa materi terbaru secara langsung ke pendengar sekaligus memperluas jangkauan skena di wilayah setempat. Di waktu yang bersamaan, OUTLIER juga tengah merampungkan proses pengerjaan single terbaru yang dipersiapkan sebagai langkah lanjutan setelah perilisan EP ini. 

“Setelah rilis, kemungkinan ada rencana untuk tur seputaran kota di  kaltim dan kaltara, sembari merampungkan single terbaru,” Jelas Dian Ananto Rayenda

EP ini memuat enam trek yang terdiri dari intro, empat lagu, dan outro. Materi ini direkam, mix dan master oleh Invader Records dan didistribusikan secara digital oleh Muara Records. EP THIS LOVE HURTS dapat didengarkan melalui berbagai Digital Streaming Platform pada 14 Mei 2026.

Sebagai satu rangkaian, “THIS LOVE HURTS” membaca luka sebagai proses yang tidak selalu rapi. EP ini dimulai dengan “The Prologue” sebagai pintu masuk, lalu bergerak ke “To The River” yang memakai sungai sebagai bayangan tentang pulang, pelepasan, dan keterjebakan. “Peace of Mind” menjadi titik hening ketika seseorang mulai mengosongkan diri dari ingatan yang melelahkan, sedangkan “Forever Unrest” mengubah kemarahan menjadi tenaga untuk bertahan. “All Alone” menjadi bagian paling manusiawi karena tidak hanya bicara soal putusnya koneksi, tetapi juga hilangnya arah dan tempat pulang. “The Epilogue” menutup EP ini dengan rasa yang masih menggantung, namun cukup jelas untuk memberi akhir pada perjalanan emosionalnya.

Dengan durasi yang ringkas, EP ini tidak berusaha menjelaskan semua luka secara berlebihan. Outlier memilih pendekatan yang lugas: menyebut rasa sakit apa adanya, memberi ruang untuk amarah, lalu membiarkan pendengar menemukan sendiri bagian yang paling dekat dengan pengalaman mereka.

Tentang OUTLIER
Band melodic hardcore asal Samarinda, Kalimantan Timur, OUTLIER, terbentuk pada akhir tahun 2023 dengan formasi Bayu pada vokal, Dhani dan Yudi pada gitar, Ricky pada bass, serta Dede di posisi drum. Outlier menawarkan musik melodic hardcore yang padat, melankolis, dan on point, Outlier menulis tentang keresahan, kehilangan, relasi manusia, dan usaha untuk tetap berjalan setelah masa yang sulit.


Gabriëlle Rilis “Animals” Ketika Mahasiswi 21 Tahun Menggugat Dunia Lewat EP Metal Debutnya

 


Loetju.id - Yogyakarta, 17 Mei 2026 - Di usia 21 tahun, saat banyak musisi masih mencari bentuk, Gabriëlle justru memilih untuk langsung menyerang. Lewat EP debut Animals, yang dirilis melalui Repertoart Records, ia meninggalkan pendekatan clean vocal di single sebelumnya Falling For An End dan beralih ke sesuatu yang jauh lebih kasar, lebih keras, dan lebih jujur—scream vocal yang membawa kemarahan ke permukaan.

Langkah ini bukan tanpa risiko. Gabriëlle baru mengenal musik metal sekitar empat tahun lalu, dan teknik extreme vocal baru ia pelajari dalam dua tahun terakhir. Namun di Animals, keterbatasan waktu itu justru terasa seperti bahan bakar—mendorongnya untuk tidak bermain aman dan langsung menempatkan dirinya di spektrum modern metal dengan pengaruh hardcore yang agresif.

Di balik agresinya, Animals dibangun di atas konsep yang jelas: empat lagu, empat representasi hewan—babi, anjing, domba, dan tikus—yang digunakan sebagai metafora untuk membedah isu geopolitik dan dinamika kekuasaan global. Dari siklus kekuasaan yang korup, ketaatan buta terhadap otoritas, hingga bagaimana kapitalisme memaksa manusia bekerja tanpa henti dan menguras tenaga serta jiwa demi keuntungan, EP ini berdiri sebagai respons personal terhadap kondisi dunia saat ini.

“Aku nggak nulis ini buat semua orang,” ujar Gabriëlle. “Kalau orang nggak suka, ya nggak apa-apa. Tapi kalau mereka relate, kalau mereka ngerasa ini ngomongin sesuatu yang nyata, itu udah cukup. Ini caraku buat ‘speak up’, karena aku sendiri nggak terlalu nyaman ngomong langsung di depan kamera atau di sosial media.”

Seluruh materi dalam Animals ditulis oleh Gabriëlle (Gabrielle Maryse Antoinette den Hertog), dengan produksi oleh Sambung Penumbra. EP ini akan tersedia di seluruh Digital Streaming Platforms (DSP) mulai 22 Mei 2026.

Gabriëlle adalah solois metal berusia 21 tahun yang saat ini berbasis di Yogyakarta. Meski baru mengenal musik metal dalam empat tahun terakhir dan mempelajari teknik extreme vocal selama dua tahun, ia telah mengembangkan pendekatan musikal yang agresif dan eksploratif. Menggabungkan berbagai elemen modern metal dengan pengaruh hardcore, Gabriëlle menjadikan musik sebagai medium untuk menyuarakan keresahan terhadap isu-isu global, khususnya yang berkaitan dengan kekuasaan, hukum, dan dinamika sosial.


Oleh: 
Ghulam Tufail

Costive feat Amanda Putri (Drizzly) Lewat Single Terbaru “Soft Luck” Refleksikan Rasa Syukur dalam Hubungan

 


Loetju.id - Malang, 15 Mei 2026 - Costive kembali merilis karya terbaru berjudul “Soft Luck”, sebuah lagu dengan irama musik alternative-rock yang mengangkat sisi hangat dari sebuah hubungan dengan rasa syukur karena memiliki seseorang yang selalu hadir dan memberi arti.

Lewat lirik yang sederhana namun emosional, “Soft Luck” menggambarkan perasaan seseorang yang menyadari betapa berharganya kehadiran pasangannya dalam hidup.

Single “Softluck” yang ditulis oleh Aldy merupakan lagu tentang rasa syukur ketika menyadari betapa beruntungnya memiliki seseorang yang tetap memilih untuk tinggal, bertahan, dan menjaga di tengah segala ketidaksempurnaan. Lewat lirik-lirik yang jujur dan personal, lagu ini tidak hanya berbicara soal cinta, tetapi juga penghargaan terhadap hal-hal kecil yang sering terlewat dari sosok yang selalu hadir dan memberi dukungan. Dengan nuansa penuh ketulusan, kesetiaan, serta harapan agar hubungan tetap terjaga, “Softluck” menjadi ungkapan terima kasih mendalam bagi mereka yang tanpa disadari memiliki peran besar dalam hidup seseorang. 

“Sebenernya lagu ini lahir dari rasa syukur sederhana ketika kita sadar kalau ada orang yang tetap bertahan dan milih ada buat kita. ‘Softluck’ jadi semacam pengakuan jujur sih, karena tanpa dukungan dan kebaikan mereka, mungkin aku juga nggak akan sampai di titik sekarang,” ujar Aldy 

Beranggotakan 5 personil yaitu Aldy (Vocal), Poteh (Lead Guitar), Marcellino (Rhythm Guitar), Reyhan (Bass), dan Ivan (Drum), Costive menghadirkan komposisi yang lembut namun tetap emosional,membangun atmosfer intim yang memperkuat pesan lagu. Dalam single ini, Costive juga berkolaborasi dengan Manda, vokalis dari band Drizzly asal Surabaya, yang memberikan sentuhan vokal yang hangat dan penuh perasaan.

Single “Soft Luck” ditulis oleh Aldy dan diproduseri oleh Marcellino di H4ze Studio miliknya, sementara proses rekaman drum dilakukan oleh Ivan di Virtuoso Music Studio Malang. Untuk proses mixing & mastering, single ini dikerjakan oleh Yudhistiro Lilo P. di W8 Project Studio. 

Awalnya brainstorming dan workshop single ini dimulai pada pertengahan September 2025 dan selesai pada awal Desember 2025. Kemudian produksi single ini dilanjutkan dan diselesaikan pada pertengahan Maret 2026. 

Untuk rencana setelah merilis single “Softluck” Costive akan langsung merilis EP yang akan berisi 6 lagu termasuk 3 single sebelumnya (Gone But Never Gone, Outworn, Softluck).

Costive adalah unit alt-rock dari Malang yang terdiri dari 5 personil yaitu Aldy (Vocal), Poteh (Lead Guitar), Marcellino (Rhythm Guitar), Reyhan (Bass), dan Ivan (Drum). Costive berdiri sejak Juni 2023.


Costive - Softluck feat Amanda Putri

Lyrics:

Verse:
You learned for it, you earned for it
I hold your hand, and take you to the end

It has become a curse
I have to take a course
To avoid making mistakes
And it’s your heart I break

Make me wonder why I keep falling
(Make me wonder why I keep falling)

Chorus:
So thankful for everything you have done
And for all the good you bring my way

And I will wait for you / I will be waiting for you
Please don’t go away

What more is there to say?
Please come and stay

And I will be here for you
Don’t go away

What more is there to say?

Come stay



Senin, 27 April 2026

Nevenue and All Birds Are Onion Rilis Single Kolaborasi Unsafe Zone You Could Enter

 



Loetju.idTulungagung, 24 Maret 2026 – Nevenue dan All Birds Are Onion, dua nama dari ranah alternative emo Tulungagung, Jawa Timur, kembali hadir melalui rilisan kolaborasi bertajuk "Unsafe Zone You Could Enter". Nevenue yang beranggotakan Figo (vokal), Raka (drum), Kindi (bass), Vikry (gitar), dan Izar (gitar) ini berkolaborasi dengan All Birds Are Onion untuk mengkombinasikan sound gitar twinkle dari midwest emo dengan dream pop emo untuk hasil sound yang dreamy namun intim . Single ini rencananya akan dirilis secara digital pada 24 April 2026 dengan menawarkan eksplorasi sound yang unik yang menjadi penanda pertama kolaborasi resmi mereka setelah sebelumnya bergerak terpisah di skena musik Tulungagung. Tanggal rilis ini juga bertepatan dengan sehari sebelum penampilan mereka di Acara Keluarga Midwest #1 di Malang.

Single “Unsafe Zone You Could Enter” lahir dari upaya menciptakan ruang aman di tengah wilayah emosional yang justru terasa rawan. Tema ini terinspirasi dari pengalaman personal tentang dikotomi antara keinginan untuk terbuka dan rasa takut akan konsekuensi yang menyertainya. Lirik yang ditulis oleh Onny Alberto menggambarkan pergulatan batin yang abstrak namun membumi, dibungkus dalam aransemen twinkly midwest emo yang melankolis namun eksplosif.

“Lagu ini sebenarnya berbicara tentang keberanian untuk memasuki zona yang tidak nyaman. Kita sering kali merasa aman di zona yang sudah dikenal, tapi kadang pertumbuhan justru terjadi saat kita berani melangkah ke tempat yang belum tentu nyaman. Judulnya ‘Unsafe Zone You Could Enter’ itu paradoks, karena justru di situ kita bisa menemukan versi baru dari diri sendiri,” ujar Onny Alberto 


Secara musikal, kolaborasi ini melibatkan produksi bersama oleh Nevenue dan All Birds Are Onion. Proses rekaman dilakukan oleh Muhammad Izar Runnaja, sementara mixing dan mastering dipercayakan kepada Febri Antonia di Orvius Soundlab. Hasilnya adalah perpaduan rapi antara kekuatan vokal yang emosional dengan dinamika instrumentasi yang cair, sesuatu yang menjadi ciri khas kedua band ketika bersatu. Dalam prosesnya, mereka memilih mengerjakan sendiri seluruh tahapan agar nuansa kolaborasi terasa otentik. Mulai dari produksi, rekaman, hingga desain visual, semuanya dilibatkan langsung. Cover foto sendiri digarap oleh Ananda Elang Caraka dan Onny Alberto, sehingga dari awal sampai akhir karya ini benar-benar mencerminkan visi bersama.

Single “Unsafe Zone You Could Enter” akan tersedia di berbagai platform streaming digital mulai 24 April 2026.-alfan-


Tentang Nevenue dan Onny Alberto

Nevenue adalah band emo/alternative asal Tulungagung yang terbentuk pada 2024, dengan formasi Raka (drum), Kindi (bass), Vickry dan Izar (gitar), serta Figo (vokal). Mereka mengusung perpaduan ambient pop, emo, dan rock alternatif dengan pendekatan atmosferik dan emosional yang kuat. Debut mereka ditandai lewat single “Endless Goodbye” (2025), yang mengangkat tema kehilangan dan perpisahan yang terasa tak berujung. Dalam fase awal perjalanannya, Nevenue juga merencanakan kolaborasi dengan proyek/band All Birds Are Onion bersama Onny Alberto sebagai langkah eksplorasi lanjutan sebelum menggarap EP perdana mereka, menandai keterbukaan mereka terhadap kolaborasi lintas proyek di skena independen


Sabtu, 25 April 2026

Sedang Jatuh Cinta, Silly Fragments Ungkap Perasaan Lewat Meant to Stay




Loetju.idMalang - Band pop alternatif asal Malang, Silly Fragments, resmi merilis single terbarunya bertajuk “Meant to Stay” di tanggal 22 April 2026. Beranggotakan para remaja wanita hebat yakni Alodia Amoreta (vokal & gitar), Dania Almayra (vokal & bass), Aretha Puspa (gitar), dan Nabila Asyla (drum), single ini merupakan karya kedua mereka setelah merilis “And Remains...” di tahun 2025.

“Meant to Stay” menceritakan tentang rasa suka yang tumbuh cepat dan dalam terhadap seseorang yang terasa berbeda hingga tanpa sadar kita mulai mengikuti dunianya. Ditulis oleh sang bassist yakni Dani yang terinspirasi oleh pengalaman pribadinya, “Meant to Stay” merupakan lagu bergenre pop alternatif dengan sentuhan nuansa dream-pop lewat reverb gitar yang ringan serta melodi yang catchy.

“Lagu ini udah ditulis cukup lama, bahkan barengan sama “And Remains”, jadi bisa dibilang ini termasuk karya yang udah kita simpan dan tunggu momennya. Untuk proses rekamannya sendiri, jujur baru terealisasi sekarang,” ungkap Silly Fragments yang sedikit terkendala akibat adanya pergantian formasi personel. Puspa sebagai gitaris baru membutuhkan sedikit waktu untuk beradaptasi dengan melodi dan visi yang diinginkan untuk “Meant to Stay”. Setelah mengulik lagu ini serta menyesuaikan dengan gaya permainan gitarnya, “Meant to Stay” justru jadi salah satu lagu favorit Puspa. Lagu ini juga mengalami beberapa kali revisi seiring dengan masuknya berbagai saran dan eksperimen dari para personnel, hingga lahirlah hasil final yang kita nikmati sekarang.

Menulis lirik saat sedang dimabuk cinta menjadikan lagu “Meant to Stay” romantis sekaligus personal bagi Dani. Ia pun mengungkapkan bahwa sang pujaan hati cukup terkejut dan salah tingkah ketika tahu bahwa lagu ini menceritakan tentang hubungan mereka. Kepribadian, hobi, hingga selera musik yang berbeda antara sepasang kekasih seperti yang tertulis di lirik lagu tersebut, terasa relevan bagi para pendengar di luar sana.

“Harapan kami, lewat “Meant to Stay”, siapa pun yang denger baik yang lagi punya pasangan atau nggak tetap bisa ngerasain hangatnya jatuh cinta, atau setidaknya merasa “dianggap” dan “dicintai” lewat lagu ini,” kata mereka.

Lebih jauh, dengan single kedua ini Silly Fragments ingin terus belajar tentang industri musik baik dari segi produksi hingga penampilan di atas panggung. “Perjalanan manggung kita masih dalam tahap berkembang. Walaupun sudah beberapa kali tampil, kita sadar kalau interaksi dengan audiens masih bisa banget ditingkatkan. Ada sedikit kecanggungan ketika on stage, dengan semakin banyak manggung kita pengen membangun koneksi lebih kuat dengan penonton sehingga mereka juga merasakan energi dari Silly Fragments,” tutup band ini.

“Meant to Stay” bisa dinikmati di berbagai kanal streaming digital andalanmu dan jangan lupa pantau terus informasi terbaru dari Silly Fragments di akun @sillyfragments via Instagram atau Tiktok.


Profile Band Silly Fragments

Silly Fragments adalah band asal Kota Malang yang dibentuk pada awal tahun 2024 oleh empat gadis remaja. Band ini beranggotakan Alodia Amoreta Candra Kirana sebagai vokalis dan gitaris, Dania Almayra Chandra sebagai vokalis dan bassis, Aretha Puspa Indriani sebagai gitaris, serta Nabila Asyla sebagai drummer.

Silly Fragments berawal dari keinginan Alodia untuk membentuk sebuah band. Ia kemudian mengajak Dania, sahabatnya sejak SMP, untuk bergabung sebagai bassist. Dalam proses melengkapi formasi, Alodia sempat merasa kebingungan mencari gitaris yang tepat. Ia pun menanyakan kepada teman dekatnya apakah memiliki kenalan yang bisa mengisi posisi tersebut. Dari situlah, ia diperkenalkan kepada Aretha Puspa Indriani, yang kemudian bergabung sebagai gitaris. Sementara itu, Dania juga mengajak teman sekelasnya, Nabila, untuk mengisi posisi drummer, sehingga formasi band pun akhirnya lengkap.

Mengambil inspirasi dari band-band seperti Grrrl Gang dan Alvvays, Silly Fragments memilih genre alternative pop sebagai identitas musik mereka. Dengan semangat dan energi yang ceria, mereka siap mewarnai harimu melalui alunan musik yang seru dan penuh semangat.

Kamis, 23 April 2026

One More Light Rilis Save My Heart, Potret Kehilangan di Fase Paling Rapuh

 


Loetju.id - Malang, 23 April 2026 - Trio sophisti-pop asal Malang, One More Light, telah hadir kembali untuk memperkenalkan karya terbarunya bertajuk “Save My Heart”. Dirilis di DSP sejak 17 April 2026, lagu ini mengangkat narasi emosional tentang kehilangan, ketidakhadiran, dan kebutuhan akan dukungan di masa paling sulit dalam hidup. Lagu ini terinspirasi oleh pengalaman Rezy sendiri.

Single “Save My Heart bercerita tentang seorang wanita yang ditinggalkan oleh orang yang ia cintai, tepat saat ia sedang berada di fase paling sulit dalam hidupnya. Di sisi lain, si lelaki merasa bahwa keputusannya untuk pergi adalah yang terbaik saat itu. Padahal, yang dibutuhkan si wanita hanyalah kehadiran lelaki tersebut di sampingnya untuk menyemangati dan membantunya menemukan cara untuk bangkit kembali. Cerita dari single ini terinspirasi dari masa lalu aku sendiri,” ujar Rezy 

Lagu ini dikomposeri sekaligus ditulis liriknya oleh Pradhita Wahyu Alfarezy (Rezy), dengan vokal dibawakan oleh Nindi Cahya Sahputra (Cahya). Aransemen gitar diisi oleh Randa Kresna Putra Pangestu (Randa) dan Rezy. Proses produksi melibatkan Decky Anugrah bersama seluruh personel, yaitu Rezy, Randa, dan Cahya, yang turut berperan sebagai produser. Rekaman dilakukan di Paraduta Record, sementara tahap mixing dan mastering ditangani oleh Rama Satria Mahriadi. Untuk aspek visual, artwork dikerjakan oleh Nindi Cahya Sahputra. Untuk band photo digarap di Kuy Studio. 

Setelah merilis single ini, One More Light berencana melanjutkan perjalanannya melalui rangkaian Road To Showcase atau hearing session sebagai langkah untuk lebih dekat dengan para pendengar. Melalui agenda ini, mereka ingin menghadirkan pengalaman mendengarkan yang lebih intim, sekaligus menjadi ruang interaksi langsung untuk membagikan cerita di balik lagu serta proses kreatif yang mereka jalani. 

“Setelah perilisan single ini, One More Light berencana menggelar rangkaian Road To Showcase atau hearing session,” ujar Randa. 

Single “Save My Heart” sudah bisa didengarkan di berbagai platform streaming digital. Dengarkan sekarang, bagikan ke teman terdekatmu, dan ikuti perjalanan One More Light menuju rangkaian Road To Showcase serta hearing session mereka selanjutnya.-alfan-

Comika

Politika

Gen Z