Comedy, Indie and Creativity

Senin, 10 Februari 2025

Mahasiswa KKN Undip Dampingi Pekerja Pabrik Kayu di Desa Depok Mengenal Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)

Penyerahan Poster dan Rambu K3 kepada Pemilik Proyek
(Sumber : dokumentasi KKN)

Loetju.id - Bekerja di pabrik pengolahan kayu lapis merupakan salah satu mata pencaharian yang umum dilakukan oleh masyarakat Desa Depok, Kecamatan Kalibawang Wonosobo. Pekerjaan ini tidak hanya dilakukan oleh kalangan lelaki saja, tetapi perempuan juga melakukan pekerjaan ini. Sayangnya, kondisi lingkungan pabrik kayu membutuhkan perhatian khusus agar keselamatan dan kesehatan para pekerja maupun pemilik dan pengunjung pabrik terjaga. Hal ini disebabkan oleh lingkungan pabrik pengolahan kayu lapis merupakan kawasan yang penuh dengan debu dari serbuk kayu, bahan kimia, serta potongan-potongan kayu yang meningkatkan risiko kerja di pabrik pengolahan kayu.

Bekerja di tengah lingkungan dengan kondisi tersebut, tentu memerlukan perhatian khusus terhadap para pekerja baik dari segi peralatan yang digunakan untuk melindungi diri maupun kesadaran dan kewaspadaan terhadap risiko-risiko bahaya yang mungkin terjadi selama bekerja. Selain itu, menengok dari pelaksanaan pekerjaan di pabrik kayu lapis, para pekerja belum benar-benar sadar akan pentingnya pelindung diri dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

Mahasiswa D4-Teknik Infrastruktur Sipil dan Perancangan Arsitektur Universitas Diponegoro, Fadhila Zahra Salsabila, berinisiatif untuk mendampingi pekerja di pabrik kayu yang berlokasi di Desa Depok, Kalibawang mengenal lebih lanjut mengenai Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Program ini disambut baik oleh pemilik proyek ketika mahasiswa mengutarakan maksud sekaligus meminta izin untuk pelaksanaan program tersebut, “Bagus, silakan bisa langsung dilaksanakan untuk programnya, terima kasih karena berkenan untuk membantu para pekerja di pabrik saya.” Melalui program ini, diharapkan para pekerja di pabrik pengolahan kayu lapis lebih mengenal dan memahami Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3).

Program pendampingan kepada para pekerja pabrik pengolahan kayu lapis di Desa Depok dilakukan dengan mengenalkan melalui poster K3 dan pemberian rambu-rambu K3 dengan maksud meningkatkan kewaspadaan dan kesadaran akan risiko bahaya selama pekerja. Poster dan rambu-rambu peringatan ini dipasang di ruang manajemen pabrik serta di lokasi-lokasi tertentu sesuai dengan lokasi yang sesuai. Program ini dilaksaksanakan pada Rabu, 5 Februari 2025.

 
Pemasangan Poster K3 di Ruang Manajemen Pabrik
(Sumber : dokumentasi KKN)


Penulis : 
Fadhila Zahra Salsabila

Editor :
Achmad Munandar

Bertempat di Wilayah Bercuaca Ekstrem, Mahasiswa KKN Undip Edukasi Masyarakat Mengenai Perawatan dan Pemeliharaan Bangunan


Pemberian Edukasi Perawatan dan Pemeliharaan Bangunan pada Pertemuan Warga
(Sumber : Dokumentasi KKN)

Loetju.id - Desa Depok di Kecamatan Kalibawang, Wonosobo merupakan wilayah yang bercuaca ekstrem dengan curah hujan yang tinggi mencapai 2,3 mm dengan suhu rata-rata harian 20C. Kondisi ini menyebabkan Desa Depok memiliki kelembaban yang sangat tinggi. Kelembaban yang tinggi menyebabkan bangunan-bangunan di Desa Depok cenderung lebih sering berada dalam kondisi yang basah sehingga kerap ditemui berbagai permasalahan pada bangunan, seperti berlumut, kebocoran hingga berjamur, karatan pada atap seng, dan cat menggelembung pada dinding bangunan.

Permasalahan pada bangunan ini banyak terjadi di rumah-rumah warga serta fasilitas Desa Depok. Apabila dibiarkan terus-menerus, maka bangunan-bangunan yang ada memiliki kemungkinan besar mengalami penurunan fungsi dan umur bangunan. Selain itu, memungkinkan terjadinya pembengkakan biaya guna pemeliharaan di masa depan. Oleh sebab itu, diperlukan cara-cara khusus untuk memelihara dan merawat bangunan yang mengalami masalah-masalah tersebut sehingga bangunan yang terdapat di Desa Depok lebih terjaga baik dari segi fungsi maupun ketahanan bangunan.

Menanggapi masalah-masalah tersebut, mahasiswa D4-Teknik Infrastruktur Sipil dan Perancangan Arsitektur Universitas Diponegoro, Fadhila Zahra Salsabila, bermaksud memberikan edukasi pada masyarakat Desa Depok mengenai perawatan dan pemeliharaan bangunan. Program ini dilaksanakan dengan tujuan mengenalkan kepada para warga mengenai pentingnya perawatan bangunan serta tatacara merawat dan memelihara bangunan. Melalui program ini, masyarakat Desa Depok diharapkan dapat mengaplikasikan tindak perawatan dan pemeliharaan bangunan sehingga bangunan-bangunan yang dimiliki warga terjaga dan lebih awet.

Program edukasi perawatan dan pemeliharaan bangunan ini dilakukan dengan memberikan pendampingan pada warga melalui pemberian materi dengan leaflet dan memberikan penjelasan mengenai tatacara pemeliharaan dan perawatan bangunan. Program ini dilaksanakan bersamaan dengan pertemuan warga Kelompok Tani Ternak Desa Depok yang diadakan hari Rabu malam, 5 Februari 2025. Menanggapi program ini, tokoh desa yang hadir pada pertemuan tersebut mengungkapkan, “Memang kondisi di sini sangat lembab sehingga sulit sekali untuk merawat bangunan di sini, terima kasih atas materinya, semoga bisa bermanfaat untuk seluruh masyarakat desa.”

 
Leaflet Perawatan dan Pemeliharaan Bangunan
(Sumber : Dokumentasi KKN)



Penulis : 
Fadhila Zahra Salsabila

Editor :
Achmad Munandar

Mahasiswa Undip Tingkatkan Kesadaran K3 Pekerja Pabrik Kayu Melalui Pemberian APD dan Rambu K3

Penyerahan APD kepada Pemilik pabrik kayu, pada Rabu (05/02/2025)
(Foto :Dok KKN)

Loetju.id - Depok, Kalibawang, 05 Februari 2025 - Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan aspek penting yang perlu diperhatikan di lingkungan kerja, terutama di pabrik kayu yang memiliki risiko kecelakaan kerja yang tinggi. Triyo Faralen Yudef, mahasiswa Teknik Sipil Universitas Diponegoro (Undip), melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN), berupaya meningkatkan kesadaran pekerja pabrik kayu akan pentingnya K3 dengan memberikan Alat Pelindung Diri (APD) dan rambu K3.

Triyo Faralen Yudef, mahasiswa Teknik Sipil Undip, melaksanakan kegiatan KKN di sebuah pabrik kayu dengan fokus pada peningkatan kesadaran K3 melalui pemberian APD dan rambu K3.

 
Pemasangan rambu K3

Pabrik kayu memiliki risiko kecelakaan kerja yang tinggi, seperti tertimpa kayu, terkena serpihan kayu, atau terpapar debu kayu. Oleh karena itu, penting bagi pekerja untuk menggunakan APD dan memahami rambu K3 agar dapat bekerja dengan aman dan sehat.
Melalui program KKN, Triyo berinisiatif untuk melakukan observasi lapangan, wawancara dengan pemilik pabrik kayu, serta sosialisasi terkait K3 seperti:

1. Sosialisasi dan Edukasi K3: Triyo melakukan sosialisasi dan edukasi kepada pekerja pabrik kayu mengenai pentingnya K3, risiko-risiko yang ada di lingkungan kerja, serta cara penggunaan APD yang benar.

2. Pemberian APD: Triyo memberikan APD kepada pekerja pabrik kayu, seperti masker dan sarung tangan. APD disesuaikan dengan jenis pekerjaan yang dilakukan oleh masing-masing pekerja.

3. Pemasangan Rambu K3: Triyo memasang rambu K3 di lokasi-lokasi strategis di pabrik kayu, seperti rambu peringatan bahaya, rambu larangan, dan rambu petunjuk. Rambu K3 ini bertujuan untuk mengingatkan pekerja akan potensi bahaya dan memberikan informasi mengenai tindakan yang harus dilakukan.


Kegiatan KKN ini mendapatkan respon positif dari pihak pabrik dan para pekerja. Para pekerja menjadi lebih sadar akan pentingnya K3 dan lebih memahami cara menggunakan APD dengan benar. Pemasangan rambu K3 juga membantu mengingatkan pekerja akan potensi bahaya di lingkungan kerja. Diharapkan kegiatan ini dapat mengurangi risiko kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja di pabrik kayu.

Triyo berharap kegiatan ini dapat berkelanjutan dan menjadi contoh bagi pabrik-pabrik lain dalam meningkatkan K3 pekerja. Ia juga berharap para pekerja dapat terus menggunakan APD dan mematuhi rambu K3 agar dapat bekerja dengan aman dan sehat.



Editor:
Achmad Munandar

Mahasiswa Undip Kenalkan ”Biopori Biopori Sebagai Solusi Pengelolaan Limbah Organik Masyarakat” Di Desa Depok Wonosobo Kecamatan Kalibawang

 

Penyerahan Biopori kepada perangkat desa, pada Kamis (23/01/2025)
(Foto :Dok KKN)

Loetju.id - Depok, Kalibawang, 23 Januari 2025 – Persoalan limbah organik di Desa Depok, Kecamatan Kalibawang, Kabupaten Wonosobo, akhirnya menemukan solusi berkat inisiatif mahasiswa Teknik Sipil Universitas Diponegoro (Undip), Triyo Faralen Yudef. Melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN), Triyo Faralen Yudef memperkenalkan dan melatih warga membuat biopori, sebuah teknologi sederhana namun efektif untuk mengolah limbah organik menjadi kompos. 

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan limbah organik dan memberikan solusi praktis melalui pembuatan biopori.
Desa Depok memiliki potensi pertanian yang besar, namun juga menghasilkan limbah organik yang cukup banyak. Jika tidak dikelola dengan baik, limbah organik dapat menimbulkan masalah lingkungan dan kesehatan. Biopori merupakan salah satu solusi yang efektif dan mudah diterapkan untuk mengolah limbah organik menjadi kompos yang bermanfaat bagi pertanian.


 
Pembuatan dan pemasangan lubang biopori

Melalui program KKN, Triyo berinisiatif untuk melakukan observasi lapangan, wawancara dengan warga, serta sosialisasi untuk membuat biopori seperti:

1. Sosialisasi dan Edukasi: Triyo melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat Desa Depok mengenai pentingnya pengelolaan limbah organik dan manfaat biopori. Masyarakat diberikan pemahaman tentang cara pembuatan biopori, bahan-bahan yang dibutuhkan, serta manfaat kompos yang dihasilkan.

2. Pelatihan Pembuatan Biopori: Triyo mengadakan pelatihan pembuatan biopori secara langsung kepada masyarakat. Masyarakat diajak untuk praktik membuat biopori dengan menggunakan alat dan bahan sederhana yang mudah didapatkan.

3. Pendampingan dan Monitoring: Setelah pelatihan, Triyo memberikan pendampingan kepada masyarakat dalam pembuatan dan pengelolaan biopori. Ia juga melakukan monitoring terhadap efektivitas biopori dalam mengolah limbah organik.


Kegiatan KKN ini mendapatkan respon positif dari masyarakat Desa Depok. Masyarakat antusias mengikuti pelatihan dan mulai menerapkan pembuatan biopori di lingkungan rumah masing-masing. Hasilnya, limbah organik yang sebelumnya terbuang kini dapat diolah menjadi kompos yang bermanfaat untuk pertanian. Selain itu, pembuatan biopori juga membantu mengurangi masalah banjir dan genangan air di Desa Depok.

Triyo berharap kegiatan ini dapat berkelanjutan dan menjadi contoh bagi daerah lain dalam pengelolaan limbah organik. Ia juga berharap masyarakat Desa Depok dapat terus memanfaatkan biopori untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat.



Editor:
Achmad Munandar

Mahasiswa KKN UNDIP Pembuatan Peta Kemiringan Lereng Pada Tanah Untuk Antisipasi Tanah Longsor di Desa Depok

 

Mahasiswa KKN UNDIP, Salitsal Huda Nabih Mahendra penyerahan hasil peta bersama dengan Sekertaris Desa di Desa Depok, Kecamatan Kalibawang, Kabupaten Wonosobo pada Rabu, (05/02/2025) (Foto: Dokumentasi KKN)

Loetju.id - Wonosobo. Mahasiswa jurusan Teknik Geodesi Universitas Diponegoro (UNDIP), Salitsal Huda Nabih Mahendra yang tergabung dalam Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) UNDIP 2025, menjalankan program monodisiplin dengan judul “Pembuatan Peta Kemiringan Lereng Pada Tanah Untuk Antisipasi Tanah Longsor di Desa Depok” di Kantor Desa Depok dengan sasaran utama perangkat desa dan Masyarakat sekitar, Rabu, (05/02/2025).

Tujuan utama pembuatan peta kemiringan lereng adalah untuk mengidentifikasi area-area yang memiliki potensi tinggi terhadap kejadian tanah longsor. Dengan mengetahui tingkat kemiringan lereng di berbagai titik, pihak berwenang dapat mengklasifikasikan zona-zona berdasarkan tingkat kerawanannya. Daerah dengan kemiringan lebih dari 45 derajat, misalnya, akan mendapat perhatian khusus karena memiliki risiko longsor yang lebih tinggi. 

peta kemiringan lereng juga berfungsi sebagai acuan dalam perencanaan tata ruang wilayah Desa Depok. Informasi yang terkandung dalam peta ini sangat membantu dalam penentuan lokasi pembangunan pemukiman yang aman, perencanaan jalur evakuasi, penetapan zona konservasi, serta pengembangan infrastruktur yang sesuai dengan kondisi topografi. Pemahaman yang detail tentang kemiringan lereng juga memungkinkan pengembangan sistem peringatan dini yang lebih efektif, termasuk penempatan alat pemantau pergerakan tanah dan penetapan titik-titik pengamatan strategis. 

Lebih lanjut, peta kemiringan lereng menjadi panduan penting dalam pengelolaan lahan dan basis data untuk mitigasi bencana di Desa Depok. Melalui peta ini, dapat ditentukan jenis vegetasi yang sesuai untuk stabilisasi lereng, teknik konservasi tanah yang tepat, serta pengaturan sistem drainase yang efektif. Sebagai basis data, peta ini juga digunakan untuk penyusunan rencana mitigasi bencana, evaluasi risiko, pengembangan strategi adaptasi, serta perencanaan program pemberdayaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana tanah longsor.



Editor:
Achmad Munandar

Mahasiswa KKN UNDIP Mengadakan Pemberdayaan Mengenai Pentingnya Pendaftaran Tanah Serta Pengenalan Aplikasi Pertanahan Terhadap Perangkat Desa Depok

 

Mahasiswa KKN UNDIP, Salitsal Huda Nabih Mahendra berfoto bersama dengan Sekertaris Desa di Desa Depok, Kecamatan Kalibawang, Kabupaten Wonosobo pada Rabu, (05/02/2025) (Foto: Dokumentasi KKN)

Loetju.id - Wonosobo. Mahasiswa jurusan Teknik Geodesi Universitas Diponegoro (UNDIP), Salitsal Huda Nabih Mahendra yang tergabung dalam Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) UNDIP 2025, menjalankan program monodisiplin dengan judul “Pemberdayaan Mengenai Pentingnya Pendaftaran Tanah Serta Pengenalan Aplikasi Pertanahan Terhadap Perangkat Desa Depok” di Kantor Desa Depok dengan sasaran utama perangkat desa dan Masyarakat sekitar, Raby, (05/02/2025).

Tujuan utama pendaftaran tanah adalah memberikan kepastian hukum dan perlindungan hukum kepada pemilik tanah. Dengan mendaftarkan tanah, masyarakat Desa Depok akan mendapatkan sertifikat tanah yang merupakan bukti kepemilikan yang sah dan kuat secara hukum. Hal ini dapat mencegah terjadinya sengketa tanah di kemudian hari.

 
Mahasiswa KKN UNDIP, Salitsal Huda Nabih Mahendra memberikan materi terkait Pentingnya Pendaftaran Tanah Serta Pengenalan Aplikasi Pertanahan Terhadap Perangkat Desa Depok di Desa Depok, Kecamatan Kalibawang, Kabupaten Wonosobo pada Rabu, (05/02/2025) (Foto: Dokumentasi KKN)

Pendaftaran tanah membantu menciptakan sistem informasi pertanahan yang akurat. Data-data mengenai letak, batas, luas, dan status tanah akan tercatat dengan jelas dalam sistem administrasi pertanahan. Informasi ini sangat bermanfaat bagi masyarakat Desa Depok maupun pemerintah dalam perencanaan pembangunan dan pengembangan wilayah.

Pendaftaran tanah bukan sekadar formalitas administratif, tetapi merupakan langkah penting untuk melindungi hak-hak masyarakat Desa Depok atas tanah mereka. Dengan mendaftarkan tanah, masyarakat tidak hanya mendapatkan kepastian hukum tetapi juga berbagai manfaat ekonomi dan sosial yang dapat meningkatkan kesejahteraan mereka.

Masyarakat Desa Depok diharapkan proaktif dalam mendaftarkan tanah mereka melalui program-program yang disediakan pemerintah, seperti PTSL (Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap) atau pendaftaran tanah secara sporadik. Dengan demikian, tujuan dari pendaftaran tanah untuk menciptakan masyarakat yang tertib dan sejahtera dapat terwujud.



Editor:
Achmad Munandar

Peran Mahasiswa KKN TIM I Universitas Diponegoro dalam Mengkaji Dampak Ekonomi Pernikahan Dini di Desa Depok



Loetju.id - Depok, 3 Februari 2025 - Fenomena pernikahan dini masih menjadi isu yang relevan di berbagai daerah, termasuk Desa Depok. Dalam rangka memahami faktor-faktor ekonomi yang mempengaruhi fenomena ini, mahasiswa TIM I KKN Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro, Khaerul Ikhsan Kismoyo Aji, melakukan kajian mendalam mengenai pernikahan dini dengan pendekatan ekonomi.

Dalam pelaksanaan program kerja monodisiplin ini, Khaerul Ikhsan Kismoyo Aji melakukan penelitian dengan metode kualitatif, yang mencakup studi literatur dan wawancara mendalam dengan berbagai stakeholder desa. Wawancara dilakukan dengan perangkat desa, tokoh masyarakat, serta pelaku pernikahan dini guna mendapatkan data yang lebih akurat terkait motif ekonomi di balik keputusan menikah pada usia muda.

Melalui kajian literatur, Khaerul menggali berbagai teori ekonomi yang berhubungan dengan fenomena pernikahan dini, seperti keterbatasan akses pendidikan, keterbatasan lapangan pekerjaan, dan faktor ekonomi keluarga yang mempengaruhi keputusan menikah di usia muda. Sementara itu, wawancara dengan stakeholder desa memberikan gambaran nyata mengenai kondisi sosial ekonomi masyarakat setempat.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor ekonomi memiliki peran signifikan dalam fenomena pernikahan dini di Desa Depok. Beberapa faktor utama yang ditemukan dalam kajian ini antara lain:

1.  Ekonomi Keluarga 
Keluarga dengan kondisi ekonomi kurang stabil cenderung menikahkan anak mereka di usia muda dengan harapan dapat mengurangi beban ekonomi rumah tangga.

2. Minimnya Akses Pendidikan 
Biaya pendidikan yang tinggi sering kali membuat anak-anak putus sekolah lebih awal, sehingga mendorong mereka untuk menikah lebih cepat.

3. Kurangnya Lapangan Pekerjaan 
Keterbatasan pekerjaan di desa menyebabkan anak muda tidak memiliki banyak pilihan selain menikah untuk memperoleh stabilitas ekonomi.

4. Tekanan Sosial dan Budaya  
Adanya anggapan bahwa menikah di usia muda adalah hal yang wajar dalam masyarakat setempat juga menjadi salah satu pendorong utama fenomena ini.


Setelah menyusun makalah kajian berdasarkan temuan penelitian, Khaerul Ikhsan Kismoyo Aji menyerahkan hasil kajiannya kepada perangkat desa, Khoirul Anas. Makalah ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pemerintah desa dalam merumuskan kebijakan terkait pencegahan pernikahan dini melalui pendekatan ekonomi.

Khoirul Anas menyambut baik inisiatif yang dilakukan oleh mahasiswa KKN ini. “Kajian ini memberikan wawasan baru bagi kami untuk memahami bagaimana faktor ekonomi berperan dalam pernikahan dini. Kami berharap hasil penelitian ini dapat menjadi dasar untuk merancang program pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat Desa Depok,” ujar Khoirul Anas.
  
Dengan adanya kajian ini, diharapkan pihak desa dapat mengambil langkah-langkah konkret untuk mengatasi pernikahan dini, seperti meningkatkan akses pendidikan, membuka pelatihan keterampilan bagi remaja, serta mendorong kewirausahaan bagi masyarakat muda. Selain itu, kesadaran masyarakat mengenai dampak ekonomi pernikahan dini juga perlu ditingkatkan agar mereka dapat mengambil keputusan yang lebih bijak terkait pernikahan.
  
Melalui program KKN ini, Khaerul Ikhsan Kismoyo Aji berharap kontribusinya dapat memberikan dampak jangka panjang bagi masyarakat Desa Depok. Kajian ini menjadi bukti bahwa pendekatan akademik dapat digunakan untuk mengatasi permasalahan sosial yang ada di masyarakat, khususnya dalam ranah ekonomi.



Editor:
Achmad Munandar

Revitalisasi UMKM Melalui Digitalisasi dan Penguatan Identitas Bisnis: Peran Mahasiswa KKN UNDIP TIM I Desa Depok dalam Mendorong Kemajuan UMKM Lokal


Loetju.id - Depok, Rabu 29 Januari 2025 - Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) monodisiplin yang dilaksanakan oleh mahasiswa Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro memberikan dampak positif bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Depok, Kecamatan Kalibawang, Kabupaten Wonosobo. Salah satu Mahasiswa KKN UNDIP TIM I, Khaerul Ikhsan Kismoyo Aji, berinisiatif untuk mengenalkan strategi pemasaran digital serta melakukan ekstensifikasi pemasaran bagi UMKM di desa tersebut. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing produk lokal di tengah persaingan pasar yang semakin kompetitif.

Dalam pelaksanaan programnya, Khaerul Ikhsan Kismoyo Aji secara langsung memberikan pendampingan kepada pelaku UMKM mengenai strategi pemasaran digital. Ia mengajarkan cara memanfaatkan platform digital seperti media sosial dan marketplace untuk memperluas jangkauan pasar. Selain itu, ia juga memberikan pemahaman terkait pentingnya konten promosi yang menarik, penggunaan foto produk yang berkualitas, serta teknik penulisan deskripsi produk yang efektif.

Salah satu UMKM yang menjadi tempat pelaksanaan program ini adalah usaha milik Suyanti, seorang pelaku UMKM yang memproduksi dan menjual tempe. Selain tempe, Suyanti juga menjajakan berbagai jenis sayur-mayur serta bumbu dapur untuk memenuhi kebutuhan masyarakat setempat. Selama ini, pemasaran produk yang dilakukan Suyanti masih bersifat konvensional, dengan menjual langsung kepada pelanggan di sekitar desa tanpa adanya branding usaha yang jelas.

Melihat hal tersebut, Khaerul tidak hanya mengenalkan pemasaran digital tetapi juga membantu UMKM dalam ekstensifikasi pemasaran dengan pembuatan banner usaha. Bagi UMKM yang belum memiliki branding nama, ia berinisiatif untuk mendesain dan mencetak banner yang mencantumkan nama usaha, jenis produk yang dijual, serta kontak yang dapat dihubungi. Upaya ini bertujuan agar produk yang dijual lebih dikenal oleh masyarakat luas dan meningkatkan daya tarik usaha

 

“Saya sangat bersyukur dengan adanya pendampingan ini. Selama ini, saya hanya menjual produk secara langsung tanpa memikirkan nama usaha atau pemasaran secara digital. Dengan adanya banner dan bimbingan ini, saya jadi lebih percaya diri untuk memasarkan produk saya secara lebih luas,” ujar Suyanti dengan penuh semangat.

Program yang dijalankan Khaerul mendapatkan respons positif dari para pelaku UMKM lainnya. Banyak dari mereka yang mulai menyadari pentingnya digitalisasi dalam meningkatkan omzet penjualan. Selain itu, beberapa UMKM lainnya juga tertarik untuk membuat branding usaha mereka sendiri setelah melihat hasil yang diberikan oleh program ini.

Khaerul berharap program ini dapat menjadi langkah awal bagi UMKM Desa Depok untuk lebih berkembang dan bersaing di pasar yang lebih luas. Ia juga mendorong pelaku usaha untuk terus belajar dan mengembangkan strategi pemasaran digital agar dapat bertahan di era modern.

Dengan adanya inovasi dalam pemasaran dan penguatan branding usaha, diharapkan UMKM di Desa Depok dapat mengalami peningkatan dalam jumlah pelanggan serta penjualan produk. Transformasi digitalisasi yang diusung dalam program ini menjadi bukti bahwa teknologi dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat di tingkat desa.



Editor:
Achmad Munandar

Wujudkan Pengembangan Lahan Terpadu Di Desa Depok, Mahasiswa Kkn Undip Rancang Konsep "Green Hill Subsistence Eco-Farming"

 
Dokumentasi Penyerahan Luaran Program Kepada Tokoh Masyarakat (Pak Hengky)

Loetju.id - Mahasiswa KKN Universitas Diponegoro (UNDIP) telah berhasil menyelesaikan program kerja monodisiplin berupa buku konsep perencanaan untuk pengembangan lahan kebun di Desa Depok, Kecamatan Kalibawang, Kabupaten Wonosobo. Program yang bertajuk "Green Hill Subsistence Eco-Farming" ini mengusung konsep pertanian terpadu yang mengedepankan tiga kriteria utama, yaitu integrasi, produktivitas, dan adaptabilitas. Integrasi agar dapat Menyatukan unsur alam dan buatan menjadi berkelanjutan, produktivitas supaya menghasilkan produk pangan yang bermanfaat dan bernilai, adaptif agar tangguh terhadap ancaman bencana alam dan non-alam.

Perancangan ini difokuskan pada pengembangan lahan yang saat ini digunakan untuk penanaman komoditas campuran, dilengkapi dengan fasilitas budidaya perikanan dan peternakan unggas. Dalam upaya menciptakan solusi yang inovatif, mahasiswa KKN mengadopsi prinsip-prinsip desain permakultur yang telah terbukti efektif dalam pengembangan pertanian berkelanjutan.

Buku konsep yang dihasilkan memuat analisis komprehensif terhadap berbagai aspek site, meliputi fungsi lahan, karakteristik fisik geografis, dan pola sirkulasi dalam kawasan. Selain itu, juga dilakukan kajian yang mendalam terhadap potensi dan permasalahan yang ada di kawasan tersebut untuk menentukan prioritas pembangunan yang tepat sasaran.

Berdasarkan hasil analisis tersebut, tim berhasil mengembangkan pembagian zonasi yang sesuai dengan peruntukan fungsi masing-masing area. Site Plan yang dirancang mencakup berbagai fasilitas pendukung, termasuk desain rumah, area parkir kendaraan, kolam budidaya, greenhouse hidroponik, serta fasilitas pengumpulan sampah dan pengolahan kompos.
 
Gambar 3D  Master Plan Integrated Farming System

Masterplan yang dihasilkan bertujuan untuk memberikan visualisasi yang jelas kepada masyarakat mengenai sistem pertanian terpadu yang akan diimplementasikan dalam tiga bulan ke depan. Program ini diharapkan dapat mendukung pengelolaan kawasan yang lebih efektif dan produktif dalam menghasilkan komoditas pangan secara subsisten.

Proses pengerjaan program ini dilaksanakan selama tiga minggu, dengan pembagian waktu yang terstruktur. Satu setengah minggu pertama difokuskan pada kegiatan survei dan analisis, sedangkan sisa waktu digunakan untuk penyusunan konsep dan perancangan masterplan. Seluruh rangkaian kegiatan diakhiri dengan penyerahan buku konsep dan poster masterplan kepada tokoh masyarakat setempat.

Tokoh masyarakat Desa Depok menyambut baik inisiatif ini dan menyatakan bahwa konsep yang diusulkan sejalan dengan visi pengembangan pertanian berkelanjutan di desanya. "Ini saya terima dengan sangat baik, ya saya juga merasa sangat terbantu sekali dengan adanya visualisasi rencana yang terstruktur dan matang." ujarnya.



Oleh: 
Kahfi Syuhada

Editor:
Achmad Munandar

Mahasiswa KKN UNDIP Rampungkan Pemetaan Digital Lahan Perkebunan Desa Depok Wonosobo

 
Dokumentasi Penyerahan Luaran Program Kepada Perangkat Desa (Pak Nurrokhim)

Loetju.idDalam upaya mendukung pengembangan sektor pertanian di Desa Depok, Kecamatan Kalibawang, Kabupaten Wonosobo, mahasiswa KKN Universitas Diponegoro (UNDIP) telah berhasil menyelesaikan program kerja monodisiplin berupa pemetaan digital sebaran lahan perkebunan. Program ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menggambarkan sebaran komoditas pertanian yang ada di desa tersebut secara komprehensif.

Pemetaan dilakukan dengan menggunakan teknologi modern dan metode pengumpulan data yang sistematis. Tim mahasiswa KKN melakukan observasi lapangan di enam dusun, meliputi Dusun Depok, Mijen, Klurahan, Semanding, Karangsambung, dan Tambimalang. Dalam prosesnya, mahasiwa memanfaatkan aplikasi Avenza untuk memperoleh titik koordinat lahan secara presisi, yang kemudian data tersebut dikonversi ke dalam format Keyhole Markup Language (KML).

Tidak hanya mengandalkan pengamatan langsung, mahasiswa juga menganalisis data sekunder menggunakan citra satelit Pleiades tahun 2023 yang memiliki resolusi tinggi. Pendekatan ini khususnya diterapkan untuk memetakan area-area yang memiliki aksesibilitas terbatas atau kurang memungkinkan untuk dilakukan observasi lapangan secara langsung. Data yang terkumpul kemudian diolah menggunakan aplikasi GIS (Geographic Information System) dan ditransformasikan menjadi shapefile untuk menghasilkan peta sebaran lahan komoditas yang mencakup seluruh wilayah desa.
 
Peta Sebaran Lahan Pertanian Desa Depok Berdasarkan Jenis Komoditas

Program pemetaan ini memiliki tujuan jangka panjang yang strategis. Dengan adanya peta sebaran komoditas yang terperinci, diharapkan masyarakat dapat mengetahui secara pasti jumlah petani berdasarkan jenis komoditas yang dibudidayakan. Informasi ini dapat menjadi dasar pembentukan kelompok tani yang lebih terorganisir dan terarah sesuai dengan jenis komoditas yang dikelola.

Lebih jauh lagi, pemetaan ini diharapkan dapat membantu Desa Depok dalam mengidentifikasi dan mengembangkan satu komoditas unggulan yang berpotensi untuk dikelola secara maksimal di masa mendatang. Dengan adanya fokus pada komoditas unggulan, pengelolaan sumber daya pertanian dapat dilakukan secara lebih efektif dan efisien, yang pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan petani dan masyarakat desa secara keseluruhan.

Kepala Desa Depok, Bapak Kuat Santoso yang juga diwakili oleh Sekretaris Desa mengapresiasi inisiatif yang dilakukan oleh mahasiswa KKN UNDIP ini. Menurutnya, pemetaan digital ini merupakan langkah maju dalam pengelolaan potensi pertanian desa. "Kami sangat mengapresiasi luaran yang dihasilkan dari program monodisiplin ini, semoga dapat bermanfaat bagi desa dan masyarakat di masa mendatang," ujarnya.

Program kerja ini dilaksanakan oleh Kahfi Syuhada yang merupakan mahasiswa asal jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota angkatan 2021 yang memakan waktu selama kurang lebih 14 hari kerja dan 3 hari pengolahan data. Rangkaian pelaksanaan diakhiri dengan penyerahan peta fisik pada tanggal 4 Februari 2025.



Oleh:
Kahfi Syuhada

Editor:
Achmad Munandar

Comika

Politika

Gen Z